' Macan Padjajaran Bantu Korban Longsor - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Macan Padjajaran Bantu Korban Longsor

Macan Padjajaran Bantu Korban Longsor

Written By Angga Harja S on Tuesday, January 15, 2013 | 7:21 PM


BOGOR (LJ) - Bencana longsor di Kampung Legok Bagong RT 06/02, Desa Cipayung Datar, Kec.Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang mengakibatkan enam warga meninggal dunia, membuat banyak pihak turut prihatin dan berduka cita. Salah satu pihak yang turut berduka atas terjadinya musibah tersebut ialah Macan Padjajaran, tim relawan pemenangan Calon Gubernur - Calon Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Dede Yusuf dan Lex Laksamana.

Sebagai wujud perhatian dan kepedulian terhadap korban longsor, Macan Padjajaran ikut terjun ke lokasi sekaligus menyerahkan bantuan uang tunai Rp 10 juta guna meringan beban para korban. Selasa (15/1) malam, tim Macan Padjajaran yang diwakili Koordinator Wilayah III Bogor Selatan, Yamin Sudradjat, menyerahkan bantuan kepada Kepala Desa Cipayung Datar.

Yamin mengatakan, Cagub-Cawagub Dede Yusuf dan Lex Laksamana Tim Macan Padjajaran merasa prihatin dan sangat berduka atas terjadinya musibah longsor di Cipayung Datar yang menelan korban jiwa dan menimbulkan kerugian materil bagi warga.

"Sebagai wujud keprihatinan, maka sesuai instruksi Kang Dede dan Lex, kami segera turun ke lokasi untuk meninjau langsung sekaligus menyerahkan bantuan uang tunai. Memang tak seberapa, tapi kami berharap ini bisa membantu meringankan beban para korban," tutur Yamin.

Dari informasi yang dihimpun dilokasi kejadian, hujan yang terus terjadi Selasa (15/1), meninmpah keenam orang diantaranya Haris (55), Inem (45), Hendi (12), Robi, Roni dan Ita. Namun mereka sudah tidak lagi bernyawa.

"Keenam orang tersebut, sudah diangkut dari tertimbun longsor," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada wartawan, kenarin.

Kata dia, dari hasil catatan ada tiga rumah, satu masjid, dan satu warung hancur tertimbun tanah longsor. Lanjut Sutopo, keberadaan rumah warga dibangun di bawah tebing sekitar 20 meter dan lebar sekitar 10 meter, yang tidak jauh dari perbatasan dengan sungai Ciliwung Hulu.

"Dari hasil pantaua kami, tidak ada bangunan talud atau tanaman penguat dari tebing tersebut, sehingga sangat mudah longsor. Struktur jenis tanahnya gembur yang mudah longsor. Potensi longsor susulan masih berpotensi terjadi jika hujan," tuturnya.

Tambah Sutopo, ada beberapa permukiman yang berada di daerah rawan longsor seperti di Kecamatan Megamendung, Sukabumi, Puncak dan Cianjur. YUS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger