' Kurang Ruang Inap, Pasien Tempati Lorong IGD - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kurang Ruang Inap, Pasien Tempati Lorong IGD

Kurang Ruang Inap, Pasien Tempati Lorong IGD

Written By Angga Harja S on Tuesday, January 15, 2013 | 6:37 PM


KAB.CIREBON (LJ) - Minimnya sarana ruang inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled Kabupaten Cirebon membuat sejumlah pasien harus dilakukan perawatan di lorong Instalasi Gawat Darurat (IGD). Bahkan, saat pasien membludak di rumah sakit milik pemerintah tersebut, mereka menempati lorong IGD sampai berhari-hari.

"Memang sudah tiga hari ini orang tua kami dilakukan perawatan di lorong IGD. Mau bagaimana lagi, kalau ruangannya sudah penuh," ungkap Yusuf, salah seorang pasien RSUD Waled kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Meski harus dirawat inap di lorong IGD, Yusuf mengaku tak keberatan dengan kondisi seperti itu. Ia menyadari, kekurangan ruang inap di RSUD Waled tersebut tidak hanya dialami keluarganya. 

"Kalau kami sih tidak apa-apa bila ruangan penuh, terus mau kemana lagi. Yang terpenting pelayanannya baik saja dan tidak membedakan pasien," ujarnya. 

Yusuf berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon segera mengatasi persoalan ruang inap di rumah sakit ini. Kenapa, karena untuk memberikan kenyamanan serta pelayanan yang lebih baik lagi kepada para pasien.

"Bila ruangan inap memadai, kejadian pasien dilakukan perawatan di lorong IGD tak akan lagi terjadi," paparnya.

Sementara, Direktur RSUD Waled, dr. J Suwanta Sinarya membenarkan apabila saat ini keberadaan rumah sakitnya masih kekurangan ruang inap. Sehingga jika kondisi pasien membludak, untuk mengantisipasinya dengan memanfaatkan lorong IGD.

"Walaupun perawatan pasien di lakukan di lorong tak lazim, seperti di ruangan inap pada umumnya, tapi kami menjamin pelayanan perawatan tetap diberikan secara maksimal," jelasnya.

Suwanta menyatakan, pihaknya akan memindahkan pasien yang ada di lorong ke ruangan inap, bila pasien yang ada di ruang perawatan sudah pulang. “Yang pasti bahwa pelayanan medis tetap tidak dibedakan, semuanya akan mendapatkan perawatan medis. Kami tidak boleh melarang pasien yang akan berobat. Jadi hari ini (kemarin,red) masih penuh,” tukasnya. HEN/SYR



Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger