' Komisi C Minta Walikota Jangan Tutup Mata - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Komisi C Minta Walikota Jangan Tutup Mata

Komisi C Minta Walikota Jangan Tutup Mata

Written By Angga Harja S on Monday, January 21, 2013 | 7:00 AM


CIREBON (LJ) - Konflik internal antara tenaga struktural dan fungsional di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati Kota Cirebon yang sampai saat ini belum kunjung selesai, membuat kalangan wakil rakyat di daerah pemasok udang itu prihatin. Buntutnya, DPRD minta Walikota Cirebon untuk turun tangan dan tidak tutup mata terkait konflik ditubuh rumah sakit milik pemerintah tersebut. 

"Walikota Cirebon jangan tutup mata atas kisruh yang terjadi di RSUD Gunung Jati. Masalah internal ini agar segera dicarikan solusinya," jelas HP Yuliarso, Ketua Komisi C DPRD Kota Cirebon kepada LINGKAR JABAR, baru-baru ini.

Yuliarso khawatir, kisruh yang terjadi di rumah sakit itu akan berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, sebagai orang nomor satu di Kota Cirebon, walikota sudah sepantasnya ikut bertanggungjawab dalam menyelesaikan permasalahan itu.

"Kisruh merupakan situasi yang tidak kondusif. Akibatnya bakal berdampak terhadap ketidak optimalan kinerja pegawai. Makanya Walikota harus segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan," tegasnya.

Menurut dia, terjadinya kisruh di internal RSUD Gunung Jati akibat komunikasi yang tidak nyambung antara pejabat struktural dengan fungsional. "Komunikasi itu yang harus diperbaiki, bukan malah melebar kemana-mana karena bisa mengganggu pelayanan. Untuk itu, kami minta satu hal saja yakni perbaikan internal," paparnya.

Ia pun mengaku sudah melakukan diskusi dengan rekannya di Komisi C terkait pemanggilan direksi. Yuliarso mengimbau, pemberitaan yang muncul di media, hendaknya dijadikan introspeksi bagi para pejabat di RSUD Gunung Jati. Bukannya dijadikan momen untuk saling menjatuhkan atau menyalahkan.

Sementara, Koordinator Forum Karyawan Peduli (FKP) RSUD Gunung Jati, dr. Ismail Jamaludin mengatakan, keberadaan FKP ini menjembatani munculnya berbagai persoalan internal rumah sakit. Dirinya menganggap, selama ini fungsional seperti dianaktirikan oleh jajaran manajemen.

Potensi RSUD Gunung Jati, menurut Ismail, sangat luar biasa dan potensi ini perlu dimaksimalkan, seperti melanjutkan pembangunan fisik dengan memanfaatkan seluruh peluang sumber dana yang ada mulai APBN, APBD I maupun APBD II.

Selain itu, membangun sistem administrasi manajemen (SIM) yang mencerminkan transparansi, akuntabilitas dan good governance. Misalnya sistem informasi manajemen rumah sakit (SIM RS) yang andal dan tidak ada transaksi cash oleh karyawan.

Terpisah, Humas RSUD Gunung Jati, Yayat membantah jika selama ini telah terjadi kisruh internal di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon.

“Tak ada apa-apa kok mas, semuanya berjalan normal dan baik-baik saja,” kata Yayat kepada LINGKAR JABAR diruang kerjanya, belum lama ini. EKA
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger