' Ketua Sub Regwil 234Sc Desak Kejari Cianjur Usut Kasus KBR - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Ketua Sub Regwil 234Sc Desak Kejari Cianjur Usut Kasus KBR

Ketua Sub Regwil 234Sc Desak Kejari Cianjur Usut Kasus KBR

Written By Angga Harja S on Monday, January 21, 2013 | 7:00 AM


CIANJUR (LJ)- Ketua sub Regwil 234 Sc Cianjur, Rian Nugraha, mendesak Kejaksaan Negeri Cianjur serius dan konsisten memeriksa Kasus Kebun Bibit Rakyat (KBR). “Saya Mendukung langkah Kejari dalam mengusut Kasus KBR, dan apabila sudah memungkinkan segera tetapkan tersangka kasus KBR, siapapun yang terbukti,”tegas Rian kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus dugaan korupsi dana bantuan kebun bibit rakyat (KBR) yang digelontorkan pemerintah pusat melalui salahsatu anggota DPR RI fraksi partai demokrat, Sri Hidayati, senilai Rp50 juta perkelompok kini tengah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur.

Penelusuran LINGKAR JABAR dilapangan menyebutkan,dana senilai Rp50 juta perkelompok tersebut diduga dipungut sebesar 20% oleh koordinator program KBR, maupun pengurus rumah aspirasi. Diketahui, di Cianjur terdapat 23 kelompok penerima bantuan yang tersebar dibeberapa kecamatan.

Dikatakan salahsatu ketua kelompok penerima bantuan program KBR di Kecamatan Cibeber, Dili, saat dikonfirmasi wartawan, dihadapan salah seorang penyelidik Kejari Cianjur kemarin, pihaknya mengaku telah diminta sebesar 20% oleh oknum pengurus berinsial D dan A ketika dana tersebut dicairkan pada termin pertama di Bank BRI Cabang Cianjur.

"Awalnya kami sudah komitmen dengan pihak pengurus rumah aspirasi Sri Hidayati, apabila dana tersebut cair kami sepakat akan memberikan feed back sebesar 10% kepada  mereka.Tapi kesepakatan tersebut berubah menjadi 20%.Padahal,pada saat itu kami baru
menerima anggaran sebesar 40% dari nilai Rp50 juta yaitu sebesar Rp20 juta,"tukas Dili.

Dijelaskan Dili, sementara kebutuhan program pada termin pertama sangatlah banyak,jadi mau tidak mau kami harus mencari dana pinjaman untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.

"Selain itu,dampak dari feed back 20% tadi,kami terpaksa harus merekayasa laporan pertanggungjawaban (LPJ) seolah-olah dana bantuan yang kami terima terserap seutuhnya,"ungkapnya.

Sementara itu, D yang disebut-sebut sebagai koordinator program KBR seusai menjalani pemeriksaan di Kejari Cianjur saat dikonfirmasi wartawan, tidak memberikan banyak komentar."Ada banyak pertanyaan seputar program KBR",ungkapnya singkat, dengan menunjukkan roman muka pucat.

Pihaknya mengaku telah mengeluarkan sejumlah uang untuk menutup kasus tersebut."Kami sudah menyerahkan uang senilai Rp10 juta kepada saudara "Mu",agar proses kasus KBR yang kini tengah ditangani di Kejari Cianjur selesai.Tapi anehnya proses kasus masih tetap berjalan,bahkan saya menerima informasi,pihak balai yang di Bogor juga menerima surat panggilan dari Kejari Cianjur,"kata D.

"Mu", saat dikonfirmasi seputar aliran dana tersebut via SMS mengaku bahwa informasi tersebut tidak benar."Itu tidak benar, itu hanya peta konflik, saya tidak pernah bersentuhan dengan uang senilai Rp10 juta yang disebut-sebut oleh D,"bantahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Pidana Khusus(Kasi Pidsus) Kejari Cianjur,Haerdin,SH, dirinya mengaku kaget dengan adanya informasi aliran dana senilai Rp10 juta yang dikatakan D untuk menutup kasus KBR.

"Kami tidak pusing akan hal itu,siapapun yang memanfaatkan kasus tersebut,dia yang akan menanggung resikonya.Kami dijajaran Pidsus akan tetap konsisten memproses kasus ini.Dan kami selama ini tidak pernah mengatakan siapapun yang bersalah dalam kasus ini,karena masih dalam proses penyelidikan,"tegasnya. (SEP/RUS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger