' Kejari Cianjur Konsisten Usut Kasus KBR - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kejari Cianjur Konsisten Usut Kasus KBR

Kejari Cianjur Konsisten Usut Kasus KBR

Written By Angga Harja S on Sunday, January 13, 2013 | 7:00 AM


CIANJUR (LJ) Kasus dugaan korupsi dana bantuan kebun bibit rakyat (KBR) yang digelontorkan pemerintah pusat melalui salahsatu anggota DPR RI fraksi partai demokrat, Sri Hidayati, senilai 50 juta perkelompok kini tengah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur.

Penelusuran Lingkar Jabar dilapangan menyebutkan,dana senilai 50 juta perkelompok tersebut diduga dupungut sebesar 20% oleh koordinator program KBR,Deni dan ketua pengurus rumah aspirasi,Asep.Diketahui, di Cianjur terdapat 23 kelompok penerima bantuan yang tersebar dibeberapa kecamatan.

Dikatakan salahsatu ketua kelompok penerima bantuan program KBR di Kecamatan Cibeber, Dili, saat dikonfirmasi LINGKAR JABAR, dihadapan salah seorang penyelidik Kejari Cianjur kemarin, pihaknya mengaku telah diminta sebesar 20% oleh Deni dan Asep ketika dana tersebut dicairkan pada termin pertama di Bank BRI Cabang Cianjur.

"Awalnya kami sudah komitmen dengan pihak pengurus rumah aspirasi Sry Hidayati, apabila dana tersebut cair kami sepakat akan memberikan feed back sebesar 10% kepada mereka.Tapi kesepakatan tersebut berubah menjadi 20%.Padahal,pada saat itu kami baru menerima anggaran sebesar 40% dari nilai 50 juta yaitu sebesar 20 juta"tukas Dili.

Dijelaskan Dili, sementara kebutuhan program pada termin pertama sangatlah banyak,jadi mau tidak mau kami harus mencari dana pinjaman untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.

"Selain itu,dampak dari feed back 20% tadi,kami terpaksa harus merekayasa laporan pertanggungjawaban (LPJ) seolah-olah dana bantuan yang kami terima terserap seutuhnya"ungkapnya.

Deni yang disebut-sebut sebagai koordinator program KBR seusai menjalani pemeriksaan di Kejari Cianjur saat dikonfirmasi wartawan,tidak memberikan banyak komentar."Ada banyak pertanyaan seputar program KBR"dengan wajah pucat,ungkapnya singkat.

Tak hanya itu,diduga sebagai upaya untuk meloloskan diri dari jeratan hukum,selang beberapa hari setelah Ia diperiksa kepada wartawan dan Ormas, kemarin.

Pihaknya mengaku telah mengeluarkan sejumlah uang untuk menutup kasus tersebut.
"Kami sudah menyerahkan uang senilai 10 juta kepada saudara Mudrik,agar proses kasus KBR yang kini tengah ditangani di Kejari Cianjur selesai.Tapi anehnya proses kasus masih tetap berjalan,bahkan saya menerima informasi,pihak balai yang dibogor juga menerima surat panggilan dari Kejari Cianjur"kata Deni.

 Mudrik,saat dikonfirmasi seputar aliran dana tersebut via SMS mengaku bahwa informasi tersebut tidak benar."Itu tidak benar,itu hanya peta konflik,saya tidak pernah bersentuhan dengan uang senilai 10 juta yang disebut-sebut oleh Deni,"bantahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksie Pidana Khusus(Kasi Pidsus) Kejari Cianjur,Haerdin,SH, dirinya mengaku kaget dengan adanya informasi aliran dana senilai Rp10 juta yang dikatakan Deni untuk menutup kasus KBR.

"Kami tidak pusing akan hal itu,siapapun yang memanfaatkan kasus tersebut,dia yang akan menanggung resikonya.Kami dijajaran Pidsus akan tetap konsisten memproses kasus ini.Dan kami selama ini tidak pernah mengatakan siapapun yang bersalah dalam kasus ini,karena masih dalam proses penyelidikan"tegasnya. (sep/rus)


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger