' Kapan Bocah Pengidap Tumor Ganas Ini Lepas dari Penderitaan? - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kapan Bocah Pengidap Tumor Ganas Ini Lepas dari Penderitaan?

Kapan Bocah Pengidap Tumor Ganas Ini Lepas dari Penderitaan?

Written By Angga Harja S on Sunday, January 6, 2013 | 7:00 AM


KAB.BOGOR - Malang nian nasib Moh Ihsan, bocah berusia 5 tahun putra sulung dari pasangan Hendriyana (25) dan Titin Kurniasih (23), warga Kampung Batu Gede RT.03/RW.07, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, ini sudah lebih dari tiga tahun mengalami penderitaan hebat akibat penyakit tumor ganas di dadanya. Lebih memilukan, kini Hendriyana dan Titin hanya bisa meratapi nasib anaknya karena tidak memiliki biaya untuk mengobati penyakit anaknya.

Pekerjaan Hendriyana sebagai buruh serabutan di peternakan ayam di kawasan Bogor tak dapat memenuhi kebutuhan biaya pengobatan anaknya ke rumah sakit. Menurutnya, dia sudah berusaha kesana-kemari mencari pekerjaan yang layak dengan harapan bisa mendapatkan gaji dan tunjangan yang memadai agar dapat membiayai pengobatan anaknya, namun terbentur dengan pendidikannya yang rendah.

"Saya cuma bisa menjadi buruh lepas saat ini. Penghasilan saya tak cukup untuk mengangkat tumor di dada Ihsan. Kata dokter di rumah sakit Fatmawati, biayanya bisa mencapai Rp 60 juta. Darimana uang sebanyak itu bisa saya peroleh? Kalau memang ada pinjaman uang sebanyak itu dengan kompensasi saya harus bekerja seumur hidup pada pemberi pinjaman, saya akan jalani itu," kata Hendriyana dengan lirih ketika ditemui LINGKAR JABAR di kediamannya, Sabtu (5/1).

Dia mengaku, pada 2010 lalu pernah mendapatkan bantuan dari pejabat Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Bogor yang memberi surat pengantar untuk berobat ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) Cibinong dengan biaya ditanggung Pemkab Bogor. Namun pihak RSUD Cibinong mengaku tak bisa merawat Ihsan dengan alasan kamar penuh dan juga ketiadaan alat medis untuk menangani penyakit tumor ganas tersebut.

"Karena itu, kami pernah mencoba ikut program Jalinan Kasih RCTI pada 2011. Alhamdulillah, ketika itu kami dibantu dana Rp 10 juta dan rujukan ke RS Fatmawati. Namun saat itu, kami takut jika Ihsan dioperasi bisa membawa maut, sehingga ibunya tidak mengizinkan dokter mengangkat tumornya. Tapi sekarang ibunya menyesal, dan sudah mengikhlaskan jika Ihsan harus dioperasi dokter," tutur Hendriyana yang didampingi oleh istrinya, Titin.

Sebagai upaya terakhir untuk melepaskan Ihsan dari penderitaan, Hendriyana pun akhirnya memberanikan diri untuk menulis surat permohonan bantuan kepada Bupati Bogor H.Rachmat Yasin. "Akhir pekan kemarin, saya sudah mengirimkan surat kepada Bapak Bupati Bogor melalui kerabat saya. Harapan kami sekeluarga, Pak Bupati berkenan untuk membantu kami, mungkin dengan kemurahan hati beliau, bisa menolong anak kami lepas dari penderitaannya selama ini," tuturnya. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger