' Kakak Korban Pengeroyokan Sesalkan Managemen Hotel - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kakak Korban Pengeroyokan Sesalkan Managemen Hotel

Kakak Korban Pengeroyokan Sesalkan Managemen Hotel

Written By Angga Harja S on Monday, January 14, 2013 | 7:00 AM


KAB. CIREBON (LJ) - Gofur (28), kakak Muhammad Sufyan (26), karyawan salah satu hotel di Jl. Tuparev Kabupaten Cirebon yang telah mengalami pengeroyokan oleh delapan tamu, Rabu (9/1) lalu menyayangkan sikap managemen hotel yang tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

"Saya sangat menyesalkan sikap pihak hotel tempat Muhammad Sufyan bekerja. Karena sampai sekarang, tidak ada itikad baik dari hotel untuk membantu adik saya. Padahal, dia sudah bekerja selama tujuh tahun," aku Gofur kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Tidak hanya itu, kata Gofur, dirinya juga kecewa dengan tidak adanya sistem pengamanan yang dimiliki hotel, seperti satpam untuk menjaga sesuatu hal yang tidak diinginkan.

“Yang jelas, Saya sangat kecewa. Saya mempertanyakan managemen hotel tersebut. Masa di hotel tidak ada satuan pengamanan, ini kan lucu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, data yang didapat dari delapan pelaku, satu di antaranya berinisial SR warga asal Panguragan Desa Lemahtamba, Kabupaten Cirebon. Selain itu, pelaku sebelumnya sudah pernah check in di hotel tersebut pada malam Minggu, tepatnya tanggal 5 Januari 2013 dan check out di hari Minggu.

“Merasa sudah menjadi pelanggan, mereka senaknya keluar masuk tanpa mengisi buku tamu dan menunjukkan identitas diri,” jelas Gofur dengan nada kesal.

Peristiwa pengeroyokan yang dialami Muhammad Sufyan, warga Pengampon Jl Merdeka, Kecamatan Hajarmukti Kota Cirebon itu, ketika delapan pemuda tersebut hendak check in di tempat kerjanya. Diduga, delapan pelaku tersebut dalam keadaan mabuk.

Awal mula saat Sufyan yang sedang bekerja malam sebagai receptionis pada Rabu (9/1) malam sekitar pukul 01.30, kedatangan tamu (pelanggan, red) sebanyak delapan orang, dengan membawa dua orang perempuan yang masih berada di dalam mobil di tempat parkir.

Sebagai seorang pelayan tamu hotel, Sufyan menanyakan identitas pelaku dengan
nada sopan. Pasalnya, di dalam aturan hotel tersebut, seorang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim dilarang menginap di satu kamar. Namun, pertanyaan identitas yang disampaikan Sufyan, rupanya membuat delapan tamu hotel itu jengkel. Tanpa disadari, pelaku yang diduga dalam keadaan mabuk tersebut, langsung menghantamkan sebuah gelas ke wajah Sufyan. Tak ayal, Sufyan pun tersungkur ke bawah lantai bersimbah darah. Merasa tak puas, mereka mengeroyok korban hingga babak belur.

Beruntung, korban berhasil melarikan diri melalui pintu belakang dan menghentikan angkot. Banyaknya darah yang keluar dari wajah korban, membuatnya pingsan tak sadarkan diri. Sopir angkot yang merasa iba dengan kondisi korban, lantas membawanya ke Rumah Sakit Pelabuhan untuk mendapatkan perawatan intensif. GYO/PIP

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger