' Kabupaten Cianjur Siapkan 21.000 Hektar Lahan Abadi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kabupaten Cianjur Siapkan 21.000 Hektar Lahan Abadi

Kabupaten Cianjur Siapkan 21.000 Hektar Lahan Abadi

Written By Angga Harja S on Tuesday, January 8, 2013 | 7:00 AM


CIANJUR (LJ)- Kabupaten Cianjur akan mempersiapkan lahan abadi pertanian seluas 21.000 hektare lahan. Rencana itu menyusul ditetapkannya Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Cianjur sebagai upaya menjaga areal persawahan dan mengendalikan laju alih fungsi lahan.

Kepala Sub Bidang Tata Ruang Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cianjur, Yus Rustiadi mengatakan, selain mewajibkan adanya lahan abadi pertanian, penetapan RTRW juga mewajibkan adanya pencetakan sawah baru ketika ada alih fungsi lahan.

"Misalnya saja alih fungsi lahan yang dijadikan pabrik atau fungsi lainnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga eksistensi luasan lahan pertanian di Kabupaten Cianjur," terang Yus, kemarin.

Dikatakannya, lahan abadi pertanian itu sedikitnya dipersiapkan di beberapa titik di 20 kecamatan. Hingga saat ini masih dalam kajian tim. "Meskipun masih dalam kajian, tapi kesepakatannya sudah kami tetapkan," katanya.

Kabupaten Cianjur, kata Yus, sesuai aturan dalam RTRW harus memiliki sekitar 60 persen kawasan hutan lindung. Saat ini, Kabupaten Cianjur baru memiliki kawasan hutan lindung sekitar 28 persen.

"Keharusan ini tertuang dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Cianjur yang baru disahkan. Jadi untuk mencapai 60 persen kawasan lindung, diperlukan waktu sekitar 20 tahun," ucapnya.

Kabupaten Cianjur yang menjadi salah satu andalan sektor pertanian bagi Jawa Barat. Namun dalam kurun lima tahun terakhir, kontribusi sektor pertanian yang menjadi salah satu penyumbang pendapatan domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Cianjur mengalami penurunan. Kondisi ini diduga akibat banyak terjadinya alih fungsi lahan pertanian, sehingga produksi hasil pertanian mengalami penurunan.

Meski belum ada data pasti berapa alih fungsi lahan pertanian tiap tahun, namun data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, tiap tahun lahan pertanian di Cianjur menyusut sekitar 1,7 persen dari luasan lahan pertanian sebesar 65.000 hektar.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Lepi Ali Firmansyah mengatakan, dengan disahkannya Perda RTRW, artinya Pemkab Cianjur mempunyai pedoman dalam menentukan pemberian izin dan menetapkan fungsi suatu wilayah.

"Jangan sampai dalam RTRW suatu wilayah ditetapkan menjadi wilayah pertanian, ternyata tetap saja dipakai untuk pertambangan atau pemukiman. RTRW ini disusun pada dasarnya untuk menjaga keseimbangan struktur dan pola ruang," ujar Lepi. (RUS)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger