' Gepeng di Bogor Makin Menjamur - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Gepeng di Bogor Makin Menjamur

Gepeng di Bogor Makin Menjamur

Written By Angga Harja S on Friday, January 11, 2013 | 7:41 PM


BOGOR (LJ) - Anal Jalanan (Anjal) dan Gelandang dan Pengemis (Gepeng) semakin menjamur di Kota Bogor, Jawa Barat, mereka tidak hanya beroperasi di Jalan Raya, tapi mereka mulai berani mendatangi perkantoran sehingga menganggu aktivitas bekerja. 

Para Gepeng itu menganggap perkantoran menjadi sasaran empuk untuk meminta belas kasihan. Meskipun petugas Satpol Polisi Pamong Praja (Satpol PP), sering kali melakukan razia, keberadaan mereka bukan malah berkurang, tapi malah bertambah sehingga sering kali meresahkan masyarakat. 

Segerombolan gepeng rutin mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Bogor setiap Jum’at.  “Para Pengemis memang sudah rutin datang setiap Jum’at ke Kantor Disdikpora, “ucap Hasan Sanusi (38) salah satu karyawan Disdikpora Jum’at (11/1).

Menurut Hasan, para gepeng itu kerap kali memaksa meminta uang, dengan berbagai alasan. “Kami sebagai karyawan sangat terganggu, padahal mereka sudah sering kali diusir oleh petugas Satpam," ujarnya.

Ipah (56) salah seorang gepeng mengaku mendapatkan uang dari karyawan lebih mudah ketimbang harus meminta-minta dipinggir jalan. “ Setiap kantor yang kami datangi minimal Rp5 ribu sampai Rp10 ribu bisa kami peroleh, “kata dia yang mengaku bertempat tinggal di Kampung Gepeng Ciheuleut Bogor Timur.

Kabid. Penegakan Peraturan Daerah Priyatna Syamsah ketika dikonfirmasi hal ini mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah sering kali melakukan razia. "Kami secara rutin melakukan penertiban,“ kata dia kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, gepeng yang ditertibkan diserahkan ke Kantor Dinas Tenaga Kerja sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans). Sejauh ini kendala yang dihadapi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menangani gepeng karena tidak adanya rumah penampungan. "Setelah kami jaring dan didata mau ditampung dimana?," ujarnya.

Kalaupun lanjut dia, pihak Disankersostrans sudah seringkali mengirimkan mereka ke panti penampungan ke luar Kota Bogor. Tapi, belum bisa menyelesaikan masalah, karena daya tampung panti sangat terbatas. 

Meski begitu, kata Priyatna, pihaknya akan tetap konsisten malakukan penertiban sesuai kemampuan yang ada. "Walaupun penertiban tidak dilakukan secara rutin, penertiban akan terus berjalan,” pungkasnya. ALI
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger