' FPBPS Desak Pendirian Pos Ternak Keluar di Jabar - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » FPBPS Desak Pendirian Pos Ternak Keluar di Jabar

FPBPS Desak Pendirian Pos Ternak Keluar di Jabar

Written By Angga Harja S on Monday, January 28, 2013 | 7:00 AM


BANDUNG (LJ) - Ketua Forum Peternak Budidaya Penggemukan Sapi (FPBPS) Jabar, Yudi Guntara Noor mengatakan Jabar saat ini membutuhkan pos ternak keluar. Pos ternak keluar, kata Yudi, berfungsi untuk menentukan berapa jumlah sebenarnya sapi yang melewati pos ternak Jabar yang akan digunakan untuk pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH) Jabar.

“Sepengetahuan kami, ternyata tidak semua sapi yang masuk ke wilayah Jabar itu merupakan stok sapi potong untuk RPH Jabar. Oleh karena itu, saat ini dibutuhkan pos ternak keluar untuk mengetahui juga berapa jumlah sapi yang hanya numpang lewat ke Jabar,” ujar Yudi kepada wartawan di Kota Bandung, Minggu (27/1).

Dibutuhkannya pos ternak keluar untuk menghitung jumlah sapi yang masuk ke Jabar, lanjut Yudi, karena selama ini data yang dimiliki oleh Dinas Peternakan Provinsi Jabar tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. Selama ini, data yang tercatat di Dinas Peternakan Prov Jabar menyatakan jumlah sapi potong di Jabar mencukupi.

Padahal di sisi lain, terjadi kasus kelangkaan sapi potong yang belakangan meresahkan pedagang serta para pengusaha yang berkaitan dengan sapi potong. “Selama ini yang didata itu sapi yang masuk. Tapi sebenarnya jumlah ternak yang masuk itu tidak semuanya dipotong di Jabar. ada yang terdiri dari sapi bakalan, sapi potong dan bibit sama yang transit. Makanya data yang dimiliki dinas itu beda dengan kenyataan di lapangan,” jelasnya.

Yudi juga menjelaskan, jumlah ternak yang melewati pos ternak di Jabar pada tahun 2012 sebesar 583.993 ekor. Jumlah tersebut dianggap sebagai potensi stok sapi potong untuk RPH di Jabar. Sehingga kesimpulannya adalah cukup memenuhi kebutuhan Jabar sebesar 503.008 ekor.

Sementara secara terpisah, Bupati Bandung Dadang M Naser meminta Pemerintah Pusat untuk memperbesar kran impor sapi daging. Pembatasan impor sapi untuk saat ini dinilainya tidak tepat. Pembatasan atau penghentian impor sapi terkait dengan kebijakan Nasional.

Sehingga, ia meminta Pemerintah Pusat untuk segera membuka kembali impor sapi untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Rencananya, Pemerintah Kabupaten Bandung, melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) serta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), akan melayangkan surat permohonan tersebut kepada Pemerintah Pusat.

"Momennya tidak tepat kalau pembatasan atau penghentian impor sapi. Karena saat ini stok sapi lokal sangat kurang setelah pelaksanaan Idul Adha, saat Idul Adha itu puncak penjualan sapi lokal, jadi sudah habis untuk keperluan kurban," kata Dadang M Naser, akhir pekan kemarin. Selain sapi siap potong, kata Dadang, impor bibit sapi untuk penggemukan juga sangat diperlukan untuk peternakan lokal. Karena untuk pemenuhan bibit pun, peternak lokal masih kekurangan. REN
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger