' Fatma C Tuding Lima Proyek di BBWS Ajang Korupsi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Fatma C Tuding Lima Proyek di BBWS Ajang Korupsi

Fatma C Tuding Lima Proyek di BBWS Ajang Korupsi

Written By Angga Harja S on Tuesday, January 8, 2013 | 10:04 PM


CIREBON (LJ) – Sebanyak lima proyek di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung yang dilaksanakan disejumlah wilayah di Cirebon diduga jadi ajang korupsi para pejabat balai. Kelima proyek BBWS Cimanuk Cisanggarung tersebut mencapai Rp 19,9 miliar yang bersumber dana dari APBN 2012. Hal itu ditegaskan sejumlah kalangan yang mengatasnamakan Forum Aliansi Transparansi Mahasiswa dan Aktivis Cirebon (FATMA C). 

Warsono, aktivis Fatma C menjelaskan, kelima proyek tersebut diantaranya, Rehabilitasi Jaringan Tambak Pangenan Desa Bendungan Kabupaten Cirebon senilai Rp 2,2 miliar, Rehabilitasi Jaringan Tambak Pangenan di Desa Pangenan Kabupaten Cirebon sebesar Rp 2,2 miliar, Penanggulangan Banjir Sungai Cikalong Kota/Kabupaten Cirebon senilai Rp 3,5 miliar, Pelindung Tebing Sungai Cimanuk Blok Rengas Payung Desa Kertasemaya Kabupaten Indramayu senilai Rp 5 miliar dan Rehabilitasi Tanggul Banjir serta Pelindung Tebing Sungai Cisanggarung Kabupaten Cirebon dengan anggaran sekitar Rp 7 miliar.

“Hasil pencermatan di lapangan, Fatma C mendapati hampir semua proyek-proyek infrastruktur yang berada di wilayah kewenangan BBWS Cimanuk-Cisanggarung, mulai dari pembangunan bendungan, jembatan, dan proyek senderan juga proyek lainnya cenderung cepat rusak dan memiliki kualitas bangunan terkesan asal-asalan,” katanya  ketika berkunjung ke kantor Perwakilan LINGKAR JABAR, belum lama ini.

Menurut dia, berdasarkan data paket pekerjaan satuan kerja di lingkungan Kementrian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2012 Satminkal, Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat sejumlah proyek BBWS Cimanuk-Cisanggarung juga diduga sudah melanggar ketentuan perundang-undangan.

Warsono menambahkan, selain itu dalam proyek tersebut, para pejabat BBWS Cimanuk-Cisanggarung juga ditengarai sarat dengan tindakan kolusi.

"Dari mulai proses lelang tender sampai dengan pengerjaan di lapangan, itu semuanya sarat dengan kolusi. Maka kita sebagai bagian dari elemen masyarakat mempunyai hak untuk mengusutnya,” tegasnya.

Ia menilai dugaan penyimpangan proyek BBWS Cimanuk-Cisanggarung yang mengarah kepada tindakan korupsi dan kolusi tersebut akan berdampak buruknya terhadap pembangunan ekonomi masyarakat di wilayah Pantura Cirebon.

“Berapapun besarnya nilai suatu proyek yang ada di BBWS Cimanuk-Cisanggarung tidak bisa menjamin proyek tersebut berkualitas dan bebas dari unsur korupsi," jelasnya.

Untuk itu, Fatma C mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan pengusutan terkait dugaan penyimpangan proyek BBWS Cimanuk-Cisanggarung yang bersumber dana dari APBN 2012 tersebut.

“Kita sudah menyuarakan hal itu. Harusnya dari pihak aparat penegak hukum cepat tanggap. Jangan sampai ini akan berlarut dan kemudian dilupakan,” tukas Warsono. EKA 
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger