' Dinas Pariwisata akan Bangun Kampung Wisata - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Dinas Pariwisata akan Bangun Kampung Wisata

Dinas Pariwisata akan Bangun Kampung Wisata

Written By Angga Harja S on Monday, January 28, 2013 | 7:00 AM


Penambangan liar di kaki Gunung Guntur kian hari kian marak. Jika hal itu dibiarkan tentu akan berdampak pada terhadap eksistensi objek wisata Cipanas. Untuk mengatasi hal itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut akan melakukan program alih profesi dengan menciptakan Kampung Wisata di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Kebuda-yaan dan Pariwisata (Disparbud) Kabupaten Garut, Yatie Rohayati mengatakan melalui program ini, para penambang liar dapat meninggalkan pekerjaan ilegalnya dan beralih pada pekerjaan yang disediakan pemerintah.
Terkait dengan ini, Yatie mengaku telah mengajukan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Program itu memang tidak dapat menyerap seluruh penambang liar yang ju-mlahnya mencapai ratusan orang, namun paling tidak ada upaya meminimalisir maraknya aksi penambangan liar tersebut.
Diakuinya, hingga kini aktivitas penambangan liar memang belum sampai mengganggu aktivitas wisata Cipanas.
Namun jika dibiarkan dikhawatirkan akan ekosistem yang juga bisa menimbulkan terjadinya bencana longsor di kawasan itu.
“Penambangan liar di sekitar kawasan wisata Cipanas hingga saat ini memang belum mengganggu aktivitas wisata. Namun kami tetap khawatir jika dibiarkan hal itu akan mengakibatkan terjadinya longsor yang tentu akan sangat berpengaruh terhadap eksistensi kepariwisataan di Garut, khususnya kawasan objek wisata Cipanas,” ujar Yatie.
Yatie menilai, faktor keamanan dan kenyamanan wisatawan merupakan hal utama yang wajib dipenuhi di tempat wisata. Maka ia berharap kepada instnasi terkait agar dapat segera menyelesaikan masalah penambangan liar itu.
Diterangkannya, selama ini sektor pariwisata mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Garut.
Hal ini wajar mengingat pendapatan asli derah (PAD) Garut sebagian besarnya didapat dari sektor pariwisata, terutama dari pajak hotel dan restoran. Dengan alasan itulah Yatie menganggap tidak salah seandainya pembangunan pendukung sektor pariwisata di Garut mendapat perhatian lebih.
Keberadaan objek wisata di Garut lanjutnya, tidak hanya menguntungkan pemerintah akan tetapi juga memberikan keuntungan bagi para pengusaha dan warga sekitar lokasi wisata. “Kebanyakan hotel dan restoran di Garut berada di kawasan wisata Cipanas, sehingga Cipanas dapat dikatakan sebagai salah satu penyumbang terbesar PAD dari sektor pariwisata,” imbuhnya.
Masih menurut dia, pendapatan PAD Kabupaten Garut dari pajak hotel dan restoran pun terus meningkat tiap tahunnya. Realisasi pajak hotel pada 2011 mencapai Rp 2,1 miliar. Sedangkan 2012, pendapatan dari pajak hotel meningkat jadi Rp 3,7 miliar.
Peningkatan pendapatan pun didapat dari pajak restoran. Pada 2011, pendapatan dari pajak restoran terealisasi sebesar Rp 2,5 miliar. Pada 2012, pendapatan dari pajak restoran terealisasi sebesar Rp 4,7 miliar.
“Cipanas masih menjadi tempat wisata unggulan. Lokasinya sangat dekat dari Bandung. Makanya, pemerintah terus berusaha menjaga kawasan Cipanas,” tandasnya. (kpc)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger