' Warga Keluhkan Pagar Masjid Agung Indramayu Dikunci - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Warga Keluhkan Pagar Masjid Agung Indramayu Dikunci

Warga Keluhkan Pagar Masjid Agung Indramayu Dikunci

Written By Angga Harja S on Thursday, December 6, 2012 | 7:00 AM

INDRAMAYU (LJ) – Kata masjid terulang sebanyak dua puluh delapan kali di dalam Al-Quran. Dari segi bahasa, kata tersebut terambil dari akar kata sajada-sujud, yang berarti patuh, taat serta tunduk dengan penuh hormat dan takzim.
Dalam pengertian sehari-hari, masjid merupakan bangunan tempat shalat kaum muslim. Tetapi, karena akar katanya  mengandung makna tunduk dan patuh.

Hakikat masjid adalah, tempat melakukan segala aktivitas yang mengandung kepatuhan kepada Allah SWT semata, karena didalam Al-Quran surat Al-Jin (72) menegaskan bahwa sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah.

Kendati demikian, yang terjadi saat ini di Masjig Agung Indramayu, banyak umat muslim yang akan melaksanakan aktifitas hubudiyah dimalam hari harus lenggang kangkung dan dipenuhi rasa kecewa.

 "Sebab, masjid itu dalam kondisi pagar terkunci ketika saya akan melaksanakan sholat di malam hari," ungkap Ahmad Shodiq (38), warga Paoman Kecamatan Indramayu kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Hal senada juga diungkapkan Andri (23), warga asal Solo Jawa Tengah saat perjalanan pulang dari Jakarta ke kampung halamannya. Saat itu, dirinya terdampar di simpang lima mangga Indramayu, akibat turun disebuah restoran losarang dan naik bus yang salah, sehingga diturunkan paksa oleh awak bus yang ditumpanginya tersebut.

 "Saat saya kemalaman dan ingin tidur, ternyata pagar Masjid Agung Indramayu terkunci. Padahal, malam itu saya sudah tidak memiliki uang sama sekali," ujarnya.

Sementara, Ketua DKM Masjid Agung Indramayu, H. Syafrudin membenarkan jika pagar depan masjid dikunci pengurusnya, dan itu sudah menjadi aturan. "Kalau tidak dikunci fasilitas masjid bisa hilang, jadi harus dikunci dan aturan itu sudah lama diterapkan. Karena masjid khusus untuk sholat, ada waktu yang ditentukan. Jika waktu yang ditentukan ternyata gerbang tidak dibuka, silahkan salahkan saya,” paparnya.

Saat ditanya apakah ada factor lain diluar masalah keamanan, atau mungkin beredar issue masjid dimanfaatkan oleh muda-mudi untuk berbuat maksiat, Syafrudin mengakuinya. Menurut dia, hal itu salah satu faktor yang kruasial, mereka dengan bebas berduaan didalam lingkungan masjid.

 "Sehingga pengurus masjid sepakat untuk ditutup bagi umum diluar waktu sholat,” jelasnya.

Mang Asim (43), warga Kelurahan Margadadi Indramayu yang juga jamaah masjid setempat sangat setuju, apabila masjid ditutup. Alasannya, karena banyak juga kehilangan di dalam masjid kalau buka hingga larut malam, di antaranya sound dan ampli player pernah hilang, parah lagi dulu di alun-alun sering jadi ajang mesum ABG hingga di pojok masjid sebagai tempat ngesek remaja yang pacaran di sana. "Saya setuju ditutup setelah sholat isya. Dan saya melihat langsung pemuda dan pemudi pacaran di dalam masjid, bahkan jadi ajang perang antar pemuda Sindang degan Margasari di sekitar mesjid. Sehingga saya sangat mendukung langkah yang sudah dilakukan pengurus,” bebernya.

Berbeda dengan pendapat dari Ketua MUI Kabupaten Indramayu, KH. Jamali, ia sangat menyayangkan langkah yang ditempuh pengurus DKM Masjid Agung Indramayu degan cara mengunci pintu pagar. Karena, dinilai sudah membatasi umat untuk beribadah walaupun diluar waktu shalat, bahkan pihaknya sudah melakukan teguran agar masjid tidak dibatasi dengan aturan, sehingga tidak menimbulkan kesan yang negative dari masyarakat ataupun umat.

 ”Sudah saya sampaikan permasalahan ini kepada pengurus, bahwa masjid ini milik umat bukan perorangan ataupun golongan. Maka, tolong waktunya jangan dibatasi dalam hal Ibadah," tukasnya. IHS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger