' Warga Jonggol Keluhkan Pelayanan RSUD Cileungsi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Warga Jonggol Keluhkan Pelayanan RSUD Cileungsi

Warga Jonggol Keluhkan Pelayanan RSUD Cileungsi

Written By Angga Harja S on Tuesday, December 18, 2012 | 7:00 AM


KAB.BOGOR (LJ) - Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) menerima keluhan dari Camat Jonggol Wawan Munawar Sidik mengenai masih adanya kekurangan atas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi, terutama dalam hal penggunaan kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di rumah sakit tersebut.

“Saya sering kena tegur oleh para Kepala Desa, dikarenakan pada saat berobat ke RSUD Cileungsi menggunakan kartu Jamkesda masih tetap harus membayar,” kata Wawan Camat Jonggol, saat menyampaikan kegiatan rapat minggon di ruang terbuka hijau, perumahan Citra Indah, Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Senin (17/12).

Bupati pun langsung meminta konfirmasi dari Direktur RSUD Cileungsi drg. Hesti Iswandari mengenai laporan Camat tersebut. Direktur RSUD Cileungsi pun menjelaskan kepada para undangan rapat minggon bahwa penarikan biaya dilakukan untuk membeli obat.

“Memang betul pernah ada keluhan kepada saya mengenai hal tersebut, saya langsung konfirmasi kepada staf saya, namun ia menyatakan tidak pernah menarik bayaran bagi para pengguna kartu jamkesda. Jika memang ada yang ditarik bayaran itu digunakan untuk membeli obat dikarenakan kelengkapan obat dan peralatan di RSUD Cileungsi ini masih sangat kurang,” jelasnya.

Atas penjelasan dari Direktur RSUD Cileungsi tersebut, Bupati meminta kepada masyarakat dapat memaklumi kelengkapan peralatan dan obat di RSUD Cileungsi yang masih kurang, dikarenakan RSUD Cileungsi ini baru beroperasi dalam melayani masyarakat.

“RSUD Cileungsi ini baru berjalan sekitar enam bulan, tidak ada pelayanan rumah sakit yang sempurna saat baru berjalan di umur yang masih muda tersebut. Saya harap masyarakat dapat memaklumi kondisi tersebut, namun kami Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berupaya melakukan perbaikan bagi pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.

Selain permasalahan kesehatan, pada rapat minggon kali ini, Bupati pun menjelaskan Pemkab Bogor akan membuat Peraturan Daerah (Perda) mengenai gaji minimum guru honorer di tahun 2013 mendatang. Ia menyatakan para guru honorer tersebut nantinya akan menerima gaji minimal sebesar Rp. 500 ribu. “Permasalahan guru honorer ini juga akan kami selesaikan, tahun depan kami akan membuat Perda bagi gaji minimum guru honorer di Kabupaten Bogor, sehingga nantinya tidak ada lagi guru yang bergaji kecil,” tandasnya.

Dalam rapat minggon kali ini, Bupati secara simbolis menyerahkan kartu Jamkesda dan Jampesehat kepada guru ngaji Lili Halimah, Ketua RT Abdul Rahman Yasin, dan warga Desa Sukamaju Manah, serta bantuan sarana dan prasarana untuk Pondok  Pesantren (Ponpes) Nurul Barokah Kecamatan Jonggol, Ponpes Raudhatul Mubtadin di Kecamatan Cariu serta Ponpes Assaidiyah Kecamatan Tanjung Sari.

Selain itu, Bupati juga menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni program Bedah Rumah Pemkab Bogor bekerja sama dengan PT Citra Indah kepada Ana, Umi, Sanim, Mursiah, Jamin, dan Uci yang seluruhnya merupakan warga Desa Singajaya Kecamatan Jonggol, serta bantuan benih Padi kepada Soleh warga Desa Sukasirna dari Poktan Waras Mandiri.

Sebelum melakukan rapat minggon, Bupati sempat melakukan peremian pembangunan gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri di lingkungan perumahan Citra Indah, Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol. Peresmian tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan oleh Bupati Bogor.

Pembangunan gedung SD Negeri ini merupakan hasil dari program CSR PT. Citra Indah, dan direncanakan sebanyak enam kelas akan dibangun di SD Negeri ini. JAS/WAN
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger