' Warga Cikijing Ontrog Aurora Word - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Warga Cikijing Ontrog Aurora Word

Warga Cikijing Ontrog Aurora Word

Written By Angga Harja S on Friday, December 28, 2012 | 7:00 AM


CIANJUR (LJ)- Warga Kampung Cikijing RW 01 Desa Salajambe Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur mengontrog PT Aurora World Cianjur, kemarin. Mereka mengontrog PT Aurora World, lantaran ada salah seorang warga Cikijing yang dipecat dengan tidak jelas, sarana ibadah di perusahaan tersebut tidak memadai, dan perluasan pembangunan diduga belum mengantongi ijin.

 Tokoh masyarakat Cikijing, Ikin Sodikin mengatakan, kedatangan dirinya beserta tokoh masyarakat setempat untuk mempertanyakan proses rekrutmen bagi karyawan yang masuk ke PT Aurora. Lantaran, ada warga pribumi dipecat tanpa mekanisme yang ditempuh pihak perusahaan. Seperti diberikan terlebih dahulu surat peringatan (SP). “Karena itu, kami datang ke PT Aurora untuk mempertanyakan hal tersebut,” katanya, kemarin.

Menurutnya, pemecatan kepada warga Cikijing yang bekerja di PT Aurora mengakibatkan gejolak di wilayah Desa Salajambe. Hingga warga RW 01 menjadi tersulut dan mengadakan musyawarah pada hari Rabu (19/12). Isi dari rapat tersebut meminta pihak management PT Aurora World menghormati warga untuk diberi kesempatan menjadi karyawan, “Dan seumpama PT Aurora World  tidak memberikan kesempatan dan hanya janji janji, maka pada musyawarah ini telah sepakat  akan melakukan aksi unjuk rasa, karena selama adanya PT Aurora World warga kurang menikmati keuntungan,” tegasnya.

Dia menjelaskan, diduga proses rekrutmen pegawai di perusahaan tersebut, ada oknum yang bermain. Yaitu jual beli pekerjaan. “Bagi calon pegawai baik laki-laki dan perempuan, ditarif jika ingin masuk ke perusahaan. Biaya masuk tersebut, sampai tembus Rp 1 juta per orang,” tegasnya.

Tak hanya itu saja, jelas Ikin, sarana ibadah di perusahaan tersebut tidak memadai. Artinya, jumlah karyawan mencapai ribuan, sementara mushala sangat kecil. “Ini sama sekali tidak sesuai dengan aturan pemerintah. Dimana perusahaan harus menyediakan sarana ibadah yang luas jika karyawan mencapai ribuan orang,” tegasnya.

Dia memaparkan, di perusahaan tersebut saat ini sedang pelebaran atau pembangunan yang baru. Sedangkan pembangunan tersebut dipertanyakan, karena diduga belum mengantongi ijin. “Kami mendesak kepada pemerintah daerah untuk segera turun tangan guna mengatasi berbagai permasalahan di perusahan yang bergerak di bidang boneka ini,” imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnaktertrans), Kabupaten Cianjur, H Sumitra didampingi Kepala Seksi Perselisihan Industri, Sodik mengaku, belum menerima laporan tentang berbagai keluhan di perusahaan tersebut. Meski begitu, dirinya berjanji akan memanggil berbagai pihak yang terkait di perusahaan PT Aurora Word.
 
Kepala Personalia PT Aurora World, Zulkarnaen ketika dihubungi LINGKAR JABAR, Kamis (27/12), lewat telepon, menolak berkomentar. “Silahkan tanyakan ke Buchori saja, mengenai hal itu,”katanya singkat. (RUS/AGS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger