' Tolak RUU Kamnas, Puluhan Mahasiswa Cirebon Gelar Aksi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Tolak RUU Kamnas, Puluhan Mahasiswa Cirebon Gelar Aksi

Tolak RUU Kamnas, Puluhan Mahasiswa Cirebon Gelar Aksi

Written By Angga Harja S on Tuesday, December 11, 2012 | 7:00 AM


CIREBON (LJ) - Puluhan mahasiswa yang tergabung kedalam Fordisma 45 dan Barisan Aksi Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi, mengelar aksi demontrasi di Jl. By Pas depan kantor Radio republik Indonesia (RRI), Senin (10/12/12). Dalam aksinya yang turun kejalan itu, mahasiswa menuntut HAM International menolak adanya RUU Kamnas (Keamanan Nasional), melindungi HAM warga RI di Luar Negeri dan tuntaskan Kasus-kasus Pelanggaran HAM serta Menolak diberikannya Grasi Gembong Narkoba.

Kordinator aksi, Benny menjelaskan, RUU Kamnas sangat berpotensi menimbulkan abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran HAM serta hilangnya nilai-nilai demokrasi di Indonesia.

"Parahnya lagi, akan membawa indonesia kembali seperti pada zaman orde baru (orba)," ungkapnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Hal paling ironis dan menjadi sejarah dalam kasus pelanggaran HAM yang sampai sekarang belum ada kejelasan dan penyelesaianya, seperti pembantaian PKI, kasus trisakti, tragedi Semanggi 1 dan 2. Bahkan, kata dia, di zaman reformasi yang merupakan era demokrasi seperti sekarang ini pun masih saja banyak terjadi kasus pelanggaran HAM.

"Dan pemerintah sendiri seolah tidak bisa dan telah gagal dalam melindungi HAM rakyatnya," ujar Benny.

Menyangkut RUU Kamnas yang diajukan pemerintah dan sedang digodok di DPR RI, lanjut Benny, didalamnya penuh kontraversi. Salah satunya, rencana pembentukan lembaga Dewan Keamanan Nasional (DKN) sebagai penyelenggara Kanmas, berupa penyadap, menangkap, memeriksa dan memaksa.

Menurut dia, hal itu bertentangan dengan pasal 22 no 23 serta pasal 17 ayat 4 yang menyatakan, bahwa ancaman potensial dan non potensial yang diatur dalam keputusan presiden. Pada pasal 17 ayat 2 (9), ancaman yang berupa diskonsepsional perumusan legislasi dan regulasi.

"Kalau bisa menganggapnya sebagai ancaman dari RUU ini, bisa menindak anggota DPR dengan alasan membuat konsep legislasi sebagai ancaman bangsa," jelas Benny.

Sementara, Barisan Aksi Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi (BASIS) melakukan aksi demontrasi di bundaran Gunung Sari kota Cirebon. Benny menyatakan, pergerakan kalangan mahasiswa ini murni untuk memperjuangkan HAM di indonesia. Karena masih banyak masalah HAM di indonesia yang belum diselesaikan negara.

"Seperti penyelesaianya yang masih jalan ditempat, yakni pembunuhan masal tanjung priok tahun 1965-1996, kasus tanjung priok 1984, talang sari 1989, hingga kasus tragedi Mei 1998 dan lainnya," pungkasnya. SUR
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger