' Tokoh-Tokoh Sunda Desak Pelengseran Bupati Garut - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Tokoh-Tokoh Sunda Desak Pelengseran Bupati Garut

Tokoh-Tokoh Sunda Desak Pelengseran Bupati Garut

Written By Angga Harja S on Friday, December 14, 2012 | 6:03 PM

CIANJUR (LJ) - Pernyataan Bupati Garut HM Aceng Fikri melalui kuasa hukumnya Egi Sudjana yang menyebutkan "Aceng Diberhentikan Garut Bakal Rusuh" dan "Jika Aceng dilengserkan akan terjadi bunuh membunuh diantara warga Sunda" berbuntut panjang. Sejumlah elemen masyarakat mengecam keras dan mendesak Aceng Fikri segera dilengserkan dari jabatannya.

Ketua Forum Masyarakat Cerdas Cianjur (FMC2), R. Saudin, menyayangkan pernyataan Aceng melalui kuasa hukumnya, Egi Sudjana. “Warga Sunda bukan hanya di Garut saja, tetapi diseluruh tatar tanah Jawa Barat, bahkan sampai ke Banten, kalau hanya karena Aceng diberhentikan, warga Sunda akan saling membunuh adalah bohong belaka, dan jangan sekali-kali membawa suku dan ras dalam masalah pribadi Aceng,” kata Saudin kepada LINGKAR JABAR, Kamis (13/12).

Saudin, meminta agar Aceng dan Egi menarik kembali pernyataannya yang dilontarkan kepada wartawan. “Mereka harus meminta maaf kepada seluruh warga Sunda, karena orang Sunda sungguh bermoral dan menghormati wanita, karena kita semua adalah dilahirkan oleh seorang wanita yang disebut ibu,” ujarnya.

Masalah Aceng, menurut dia, adalah masalahnya dengan rakyat Garut. “Ingat jangan bawa-bawa suku Sunda dalam permasalahannya, bisa-bisa masalahnya jadi melebar, apalagi disebutkan kalau warga Sunda bisa saling bunuh membunuh,” tegas Saudin.

Ketua Umum Aliansi Umat Islam Cianjur, Azis Muslim, juga menyayangkan pernyataan Aceng melalui Egi. “Kalian jangan mempelebar masalah, kalau kalian mempelebar masalah, apakah mau diserbu oleh seluruh suku Sunda,” kata Azis dengan nada kesal.

Dilanjutkannya, pihaknya meminta agar Aceng dan Egi menarik pernyataannya dan meminta maaf kepada seluruh warga Sunda. “Tolong camkan Aceng, kalau rakyat Garut sudah disakiti, Anda sebagai pemimpin seharusnya bisa membaca situasi dan legowo,”tandasnya.

Terpisah, Dewan Pembina PM Gatra H. Yamin Supriatna mendesak DPRD Garut menggunakan hak-haknya untuk mengajukan mosi tidak percaya kepada Bupati Aceng Fikri."Saat ini sudah sudah terbentuk Komite Penyelamat Kabupaten Garut (KOMAT) yang menghasilkan resolusi limbangan dengan muara akhir melengserkan Bupati Aceng dari jabatannya. Ini harus kita kawal bersama. Karena Bupati Aceng sudah mencoreng nama baik Garut," tegasnya.

Masih menurut H.Yamin Supriatna, saatnya sekarang kita berbuat yang terbaik bagi rakyat Garut, mari kita bersama-sama sesuai dengan kapasitas, profesi dan keahliannya untuk berbuat kebaikan demi Garut tercinta. Karena sesungguhnya berbuat baik itu tidak ada batasan dan tidak akan pernah habis kecuali ajal menjemput kita semua," cetusnya.

Ketika diminta pendapatnya tentang Kasus Perceraian Fani Oktora yang ditalak hanya melalui pesan singkat, raut muka dari H. Yamin sedikit berbeda yang mengisyaratkan sebuah kekecewaan yang paling mendalam akibat ulah seorang pemimpin yang menganggap remeh, kecil dan menyepelekan harkat derajat dari kaum hawa. RUS/JUL/BDN


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger