' Tiga Desa Ributkan Lahan Exs Pangonan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Tiga Desa Ributkan Lahan Exs Pangonan

Tiga Desa Ributkan Lahan Exs Pangonan

Written By Angga Harja S on Thursday, December 27, 2012 | 7:00 AM


INDRAMAYU (LJ) - Sengketa tanah exs Pangonan antara warga Desa Bogor dengan Desa Sukra dan Sukra Wetan, Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu masih terus berlanjut. Kisruh lahan itu dilatarbelakangi adanya aksi saling kalim, sejumlah warga yang berada di Desa Bogor tetap bersikukuh apabila tanah exs Pangonan secara geografis berada di wilayah mereka. Padahal, Desa Bogor hasil dari pemekaran Desa Sukra setelah Desa Sukra Wetan pada tahun 1982.

Berarti aset desa yang dimiliki oleh desa induk harus dimekarkan. Akantetapi, dalih sejarah yang dikatakan beberapa tokoh Desa Bogor, tanah tersebut milik Desa Bogor sepenuhnya sesuai dengan keberadaan. Sehingga penggarap dari Desa Sukra maupun Sukra Wetan tidak diperkenankan mengarap tanah tersebut. 

Menyikapi permasalahan tersebut, Camat Sukra, Teguh Budiarso mengatakan, pihaknya tetap menyarankan kepada warga penggarap, baik dari Desa Bogor maupun Desa Sukra dan Sukra Wetan tetap melanjutkan garapannya sesuai dengan wilayahnya masing-masing. 

"Bila mengacu pada SK Bupati Indramayu tentang pembagian wilayah tanah exs Pangonan yaitu 40% untuk Desa Bogor, 30% Desa Sukra dan 30% Sukra Wetan," ujarnya ketika ditemui di lokasi lahan exs Pangonan didampingi sekcam dan unsur muspika lainnya berikut petugas Pol PP Kabupaten Indramayu, kepada LINGKAR JABAR, kemarin. 

Sementara, Warim, mantan Kepala Desa Sukra Wetan merasa geram dengan perebutan lahan exs Pangonan tersebut. Terlebih, sejak dirinya masih menjabat kepala desa sampai dengan sekarang, polemik tersebut masih belum ada titik temu atau tidak juga ada penyelesaian.

Menurutnya, dalam hal ini perlu adanya ketegasan dari pihak Pemkab Indramayu. Bahkan perlu ada status hukum yang jelas perihal dimaksud, karena warga Bogor sendiri merasa apa yang dilakukannya suatu tindakan benar. Alasannya, para tokoh Desa Bogor termasuk Sukarta (mantan Kepala Desa Bogor) yang mengelar lelang garapan lahan tersebut masih aman-aman saja. 

“Saya akan berhenti menggarap kalau Sukarta yang menghentikanbta,” terang Warim menirukan perkataan dari salah seorang Warga Desa Bogor. ROB/IHS




Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger