' Terkait Kasus Hambalang Nazaruddin Berikan Bukti Aliran Uang ke Anas - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Terkait Kasus Hambalang Nazaruddin Berikan Bukti Aliran Uang ke Anas

Terkait Kasus Hambalang Nazaruddin Berikan Bukti Aliran Uang ke Anas

Written By Angga Harja S on Wednesday, December 5, 2012 | 7:00 AM


BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeber penyidikan kasus pembangunan pusat olahraga nasional Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, terutama terkait dengan aliran dana proyek untuk pemenangan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung 2010 lalu. Hal itu terungkap ketika penyidik KPK memeriksa mantan Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin, Selasa (4/12).

Kepada wartawan di gedung KPK, Nazar yang kini berstatus terpidana kasus suap proyek wisma atlet SEA Games mengaku sudah menyerahkan bukti aliran dana Hambalang ke Kongres Partai Demokrat. “Saya itu setiap bulan buat laporan pengeluaran yang ditujukan kepada ketua umum (Anas) yang seperti penjelasan di pengadilan. Itu saya tidak bohong, tiap bulan saya buat laporan,” katanya.

Selain dari proyek Hambalang, jelasnya, aliran uang juga berasal dari proyek pengadaan sarana dan prasarana Kementerian Pendidikan Nasional yang diduga dikorupsi Angelina Sondakh. Itu disampaikan Nazar usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa malam. “Yang ngasih itu ada Umar Arsal, Michael Watimena, Dewo, Saan, Angie, ada juga yang dari saya,” kata Nazar.

Dikatakannya, uang yang dibawa ke Kongres Partai Demokrat  jumlahnya sekitar 12 juta dollar AS dan Rp 30 miliar. Dari jumlah itu, hanya Rp1 juta yang tersisa. Uang itu digunakan untuk pemenangan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
“Uang diambil  dari Hambalang dan proyek-proyek lain. Dari universitas seperti Tadulako, Haluelo, itu semua sudah dilaporkan tadi,” tambah Nazar.

Menurutnya lagi, pemeriksaan kali ini fokus pada pada penyerahan uang ke DPC-DPC yang mendukung Anas. Nazar mengatakan, uang dibagi-bagikan kepada DPC dalam amplop berisi sekitar 5.000-10.000 dollar AS. Nazar menjelaskan, uang itu berasal dari Machfud Suroso (Direktur PT Dutasari Citralaras) yang memberikannya ke Yulianis (Wakil Direktur Keuangan Grup Permai) untuk dibawa ke Bandung dengan mobil box. Nazar menyebut Anas sebagai pemilik Grup Permai yang kerap menggiring proyek di kementerian.

Dalam menyidik kasus Hambalang, KPK telah menetapkan Deddy Kusdinar sebagai tersangka pertama. Penyidik mengendus Deddy telah menyalahgunakan wewenang dalam mengurus proyek Hambalang hingga mengakibatkan kerugian pada keuangan negara. Di proyek ini, DK bertindak sebagai panitia lelang. Ketika menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka, Deddy membantah telah melakukan korupsi. Dia mengaku sudah melaksanakan proyek Hambalang sesuai perintah kuasa pengguna anggaran, Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng.

Kasus Hambalang mengemuka akibat nyanyian bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, yang mengatakan ada kejanggaran proyek senilai Rp1,5 triliun tersebut. Belakangan, diketahui nilai proyek membengkak menjadi Rp2,5 triliun. Kasus ini pun bergulir bak bola salju. Sejumlah nama penting di negeri ini ikut terseret, bahkan beberapa diantaranya sudah dijebloskan ke penjara oleh KPK. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger