' Temuan Bata Merah Diduga Kraton Kasepuhan Cirebon Lama - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Temuan Bata Merah Diduga Kraton Kasepuhan Cirebon Lama

Temuan Bata Merah Diduga Kraton Kasepuhan Cirebon Lama

Written By Angga Harja S on Thursday, December 6, 2012 | 7:00 AM

BANDUNG - Tim Pelaksana Teknis Revitalisasi Keraton dan Museum Kasepuhan Cirebon temukan susunan bata merah memanjang di halaman Museum Singabarong. Diperkirakan susunan bata merah merupakan sisa Keraton Kasepuhan pertama yang dibangun arsitektur asal Majapahit pada abad ke-15.

Temuan susunan bata merah dengan diameter panjang antara 20 hingga 40 sentimeter, lebar 20 sentimeter dan tebal 5 sentimeter, pada Jumat (30/11/12) lalu, hingga kini masih dilakukan penelitian lebih jauh.

“Hingga kini kita masih melakukan penelitian lebih jauh tentang keberadaan batu bata merah tersebut karena berdasarkan keterangan yang kami himpung dilapangan ada banyak kemungkinan,” ujar Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang juga Kepala Seksi Kepurbakalaan Balai Pengelolaan Kepurbakalaan, Sejarah dan Nilai Tradisional, Dra. Romlah mewakili Kepala Balai Pengelolaan Kepurbakalaan, Sejarah dan Nilai Tradisional, Dra. Hj. Lia Ambasari, M.Pd., Kemarin.

Dikatakan Romlah, temuan berawal saat petugas bangunan hendak membuat pondasi penahan akar pohon beringin agar tidak merusak bangunan Museum Singabarong. Saat kedalaman mencapai satu meter lebih ditemukan susunan bata merah memanjang.

Temuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak Kraton Kasepuhan maupun Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang (dulu BP3 Serang). “(Rabu, 5/12/12) akan ditindaklanjuti dan dilakukan ekskavasi oleh tim dari BPCB Serang,” ujar Romlah.

Sementara itu Sultan Kasepuhan Cirebon P.R.A Arif Natadiningrat, S.E., saat dihubungi membenarkan tentang temuan tersebut. “Hingga saat ini masih akan dilakukan penelitian lebih lanjut oleh instansi terkait,” ujar Pangeran Arif saat dihubungi via telepon.

Susunan bata merah yang ditemukan Tim Pelaksana Teknis Revitalisasi Keraton dan Museum Kasepuhan Cirebon, menurut Pangeran Arif kemungkinan besar merupakan pondasi atau bagian bangunan Keraton Kasepuhan Cirebon yang pertamakali dibangun pada abad ke-15 sebelum Keraton Kasepuhan baru dibangun pada abad ke-16. Kemungkinan lain, pondasi tersebut merupakan saluran irigasi yang dibuat mengelilingi Keraton Kasepuhan .

Dikatakan Pangeran Arif, temuan tersebut akan semakin membuktikan bahwa Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan salah satu kerajaan tertua di Indonesia sebelum adanya Keraton Jogyakarta dan Keraton Solo. “Kami sangat berharap, upaya temuan akan ditindaklanjuti dengan ekskavasi untuk membuktikan kebenaran,” harap Pangeran Arif.

Revitalisasi Keraton dan Museum Kasepuhan Cirebon merupakan program yang dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat dengan bantuan anggaran dari APBN perubahan tahun 2012. Revitalisasi yang dilakukan meliputi seluruh bangunan Museum Singabarong, Museum Benda Kuno, Bangunan Pengada, Siti Inggil, Pancaratna, Pancaniti dan Makam Sunan Gunung Jati. PRC/ANG
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger