' Soal Pasar Pasalaran Disperindag Cirebon Bela Pengusaha - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Soal Pasar Pasalaran Disperindag Cirebon Bela Pengusaha

Soal Pasar Pasalaran Disperindag Cirebon Bela Pengusaha

Written By Angga Harja S on Friday, December 7, 2012 | 7:00 AM


KAB.CIREBON (LJ) - Kendati batas waktu pembangunan Pasar Pasalaran yang terletak di Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon berakhir hingga akhir Desember 2012 atau tinggal tiga minggu lagi, namun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terkesan membela pengusaha dan tetap pecaya diri (pede). Dinas ditunjuk sebagai KPA (kuasa penguna anggaran) itu menilai, pengusaha akan mampu menyelesaikan pembangunan pasar sampai batas yang telah ditentukan.

“Saya optimis pembangunan pasar terus berlanjut sesuai dengan tenggat waktu yang sudah ditentukan,” kata Zaenal Arifin, Kabid Pengelolaan Pasar pada Disperindag Kabupaten Cirebon kepada LINGKAR JABAR dihubungi, kemarin.

Menurut Zaenal, untuk sampai pada batas waktu yang telah ditentukan saat kontrak kerja mulai ditandatangani, pihaknya akan mengupayakan agar menambah tenaga kerja sekaligus jam kerja. Dimana, jika sebelumnya atau pertama kali mulai pengerjaan, pengusaha hanya memperkerjakan pekerja 10 orang, dengan batas waktu yang tinggal beberapa minggu lagi ini, tentunya harus menambah pekerja hingga 5-10 orang lagi.

 "Dan jam kerjapun kalau biasanya dari pagi sampai sore hari, ada kemungkinan hingga pagi hari dengan cara membagi dua shif pekerja," ujarnya.
  Ditanya langkah apa yang akan dilakukan Disperindag apabila pengerjaan proyek tidak sesuai batas waktu, Zaenal menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada rekanan pemerintah itu jika pembangunan pasar tidak sesuai dengan target yang sudah ditentukan.

 "Sanksi yang akan diberikan berupa denda," tegasnya.

Terkait isu, Disperindag akan ada pengusiran paksa terhadap para pedagang yang masih berjualan di dalam pasar, dia membatahnya.

Zaenal  menegaskan, pihaknya hanya menghimbau kepada para pedagang agar mengosongkan kios. Himbauan itu bukan berarti mengusir mereka (pedagang,red), tetapi agar pelaksanaan pembangunan pasar berjalan lancar.

 “Jadi kami hanya mengimbau saja secara baik-baik. Tidak ada pengosongan secara paksa," paparnya.

Sementara, beberapa pedagang yang ditemui enggan memberikan komentar perihal isu pengusiran paksa tersebut. Mereka hanya meminta agar persoalan ini diselesaikan dengan jalan musyawarah.

“Kami menyerahkan masalah itu kepada IP3W untuk menyelesaikannya dengan musyawarah,” kata salah satu pedangang yang tak mau menyebutkan namanya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Paguyuban Pasar, Ade Rifki S mengatakan, para pedagang sedang waswas menyusul adanya isu akan ada pengosongan tempat jualan pada pertengahan Desember. Jika isu itu benar adanya (terjadi pengosongan), Ade menegaskan bahwa, para pedagang akan memberikan perlawanan.

Dia pun meminta pemerintah, dalam hal ini Disperindag Kabupaten Cirebon agar tidak diam di tempat. Tapi ikut mengontrol dan melihat keadaan serta situasi yang tengah terjadi di pasar.

 “Saat ini ada isu bahwa pertengahan Desember nanti pedagang dipaksa untuk pindah. Kami semua mohon semohon-mohonnya agar Disperindag, bila perlu bupatinya turun langsung untuk melihat kondisi ini. Jadi jangan duduk manis diam di kantor saja. Lihat dan ikut merasakan apa yang menjadi keinginan kami,” tukasnya. IR/GYO.

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger