' Sidang Mamin Ungkap Dugaan Istri Bupati Terima Aliran Dana - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Sidang Mamin Ungkap Dugaan Istri Bupati Terima Aliran Dana

Sidang Mamin Ungkap Dugaan Istri Bupati Terima Aliran Dana

Written By Angga Harja S on Friday, December 7, 2012 | 7:00 AM


CIANJUR (LJ) Sidang dugaan korupsi makan dan minum yang menyeret dua tersangka Edi Iryana dan Heri Khaeruman di PN Tipikor Bandung, kemarin mengungkap adanya dugaan keterlibatan isteri Bupati Cianjur menerima aliran dana. Sidang yang dimulai pada pukul 15.00 WIB, menghadirkan saksi pertama Irfan Muhyasar, mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Setda pada tahun 2009.

Menurut Direktur Inside Yusep Soemantri yang hadir di Persidangan, saksi Irfan dalam persidangan, mengaku memberikan sejumlah uang dengan kisaran Rp 90.450.000 setiap bulan kepada saudari Yana Rosdiana yang notabene adalah istri Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh. Sumber dana yang digelontorkan untuk istri orang nomer satu di Cianjur itu, berasal dari Pos Anggaran KDH/WKDAH dan terjadi sejak April hingga Oktober tahun anggaran berjalan.

"Saksi mengantarkan secara langsung uang tersebut, berdasarkan printah atasanya waktu yakni Anu Ani Rufaedah. Bahkan saksi mengaku, untuk mengelabui aliran dana haram itu ia membuat SPJ palsu," tegas Yosep, kemarin.

Meski begitu, lanjutnya, saksi sempat mengakui telah mengingatkan pimpinannya bahwa tindakan bupati dan istri menyalahi aturan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 13 Tahun 2006 tentang pengelolaan Keuangan daerah. Usulan saksi ditolak pimpinan dengan dalih dana yang disetorkan untuk kepentingan Bupati.

Kepala Bagian Hukum Heri Supardjo saat dikonfirmasi lewat telepon, menolak berkomentar dengan alasan sidang mamin gate masih berjalan dan belum selesai di PN Tipikor Bandung. Hingga berita ini turun online pada malam kemarin, sidang Mamin Gate yang diduga menyeret sejumlah nama petinggi elit eksekutif di Cianjur masih terus berlangsung.

Dilain pihak, Sekda Kabupaten Cianjur Bachrudin Ali sempat berkomentar, agar masyarakat atau pihak lainnya tidak membuat opini atau penghakiman jalannya persidangan. Menurutnya, hingga saat ini persidangan masih berjalan dan biarkan Pengadilan Tipikor bekerja tanpa terintervensi kepentingan lain

"Saya sepakat persidangan harus dikawal tapi tidak mengintervensi jalannya persidangan, sehingga tidak ada penghakiman sebelum amar putusan untuk kedua tersangka ingkrah secara hukum. Ini perlu karena negara menganut hukum praduga tak bersalah dan itu harus dihormati semua pihak," katanya. (RUS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger