' Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Cianjur Disoal - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Cianjur Disoal

Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Cianjur Disoal

Written By Angga Harja S on Tuesday, December 18, 2012 | 7:00 AM


CIANJUR (LJ)- Rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur yang dilaksanakan, Kamis (13/12) kemarin, jadi soal. Pasalnya, beberapa pejabat yang dimutasi hingga kini tidak tahu menahu kalau dia sudah dimutasi. Sehingga sampai berita ini diturunkan, dirinya masih tetap bekerja seperti biasa.

Salah satunya dialami oleh Aten Tabroni, Kepala Pusbindik Kecataman Gegbrong. Kepada LINGKAR JABAR, Senin (17/12), dirinya mengaku tidak tahu menahu kalau dimutasi. “Saya tidak mendapatkan pemberitahuan dalam bentuk apapun,”kata dia ketika ditemui di kantornya.

Aten mengaku, mengetahui kalau dirinya dimutasi, setelah mendapat telepon dari Sofyan, pejabat yang menggantikan dia. “Saya cukup kaget, ketika Sofyan nelpon ke saya, kalau dia menggantikan saya, dan telah dilantik Kamis kemarin di Ciloto, sementara saya tidak pernah mendapatkan pemberitahuan dari Pemkab Cianjur,”ujar Aten.

Hingga sa’at ini, Aten menganggap kalau dirinya masih sebagai Kepala Pusbindik Kecamatan Gegbrong. “SK saya saja masih berlaku, dan belum dicabut, ditempatkan kemana saja, saya tidak tahu menahu,”ucapnya penuh dengan nada heran.

Ditempat terpisah, Ketua Forum Masyarakat Cerdas Cianjur, R. Saudin, ketika ditanya LINGKAR JABAR, mengatakan, Pemkab. Cianjur dalam hal ini Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKKPD) tidak lah professional. Pasalnya, sebelum dilakukan rotasi atau mutasi kepada seorang PNS, Pemkab melalui BKKPD memberitahukan terlebih dahulu kepada PNS yang akan dirotasi atau mutasi.

“Secara hukum, Aten masih menjabat sebagai Kepala Pusbindik Kecamatan Gegbrong, berarti terjadi dualisme kepala disana, dan Aten masih berhak melaksanakan tugasnya di Pusbindik Gegbrong, sampai SK dirinya dicabut.”Pejabat tersebut, dapat melakukan upaya hukum melalui pengadilan PTUN, menggugat Bupati dan Baperjakat yang lalai dan tidak professional,”kata Saudin.

Saudin menyayangkan, tindakan Baperjakat yang sewenang-wenang merotasi atau mutasi pejabat. “Bupati dalam hal ini Baperjakat, janganlah sembrono menggunakan kekuasaannya, kalau pun akan melakukan rotasi dan mutasi, tempuhlah jalur yang benar sesuai dengan peraturannya,”tandasnya. (RUS)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger