' Romantisnya Wanawisata Telaga Remis - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Romantisnya Wanawisata Telaga Remis

Romantisnya Wanawisata Telaga Remis

Written By Angga Harja S on Friday, December 7, 2012 | 7:00 AM


Kuningan - Hamparan danau yang jernih dengan pohon rindang menjadikan Telaga Remis selalu membawa kesan romantis bagi pengunjung.

Bicara tentang kawasan objek wisata di Kabupaten Kuningan memang tak pernah ada habisnya. Beragam pilihan tempat dengan kekhasan, selalu menawarkan romansa berbeda. Satu yang tak kalah menggoda untuk dikunjungi adalah kawasan wisata Telaga Remis dengan segala
kesan romantisnya.

Terletak di barat daya Gunung Ciremai, objek wisata Telaga Remis menawarkan suasana berbeda dibanding dengan kawasan lainnya. Telaga ini terletak di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, sekitar 37 kilometer arah utara dari Kota Kuningan atau 13 kilometer arah selatan dari Kota Cirebon.

Berada pada ketinggian sekitar 220 meter dari permukaan laut dan mempunyai luas sekitar 3,25 hektare dengan kedalaman airnya mencapai 12 meter. Konon, penamaan telaga ini berkaitan dengan banyaknya remis (sejenis kerang yang berwarna kuning) yang hidup di sekitar telaga.

Telaga Remis adalah sebuah danau besar yang dilatarbelakangi oleh pegunungan yang ditumbuhi pohon pinus, sonokeling, malaka, kosambi, pisang hyang, dan lain sebagainya sekitar 160 jenis tumbuhan. Di danau ini, selain dapat menikmati indahnya alam sambil berteduh di bawah pepohonan yang rindang, pengunjung juga dapat mengarungi telaga dengan menggunakan perahu kayu, perahu motor atau sepeda air dengan harga sewa yang relatif terjangkau.

Menurut kepercayaan sejarah, hutan Wisata Telaga Remis diperkirakan ada pada abad 18. Saat itu Kesultanan Cirebon pindah ke daerah Argasunya. Cerita lain juga menyebutkan Kerajaan Cirebon ada di daerah Sindangkempeng dan Cinara serta Desa Mantangaji, karena gelisah mendengar peperangan antara saudara yaitu di Banten dengan kekuasaan Sultan Agung/Sultan Haji melawan adiknya yang bemama Sultan Puragabaya.

Itulah yang menjadi kegelisahaan para Sultan di Cirebon. Sultan yang berkuasa di Cirebon pada waktu itu adalah Sultan Giri Laya yang menempati daerah Matangaji. Sultan tersebut mempunyal seorang anak yang cantik jelita seperti bidadari yang turun dari langit, bernama Ratna Pandan Kuning. Kisah peperangan dan saembara putri Ratna Pandan Kuning inilah yang konon titik awal lahirnya Telaga Remis.

Objek wisata Talaga Remis merupakan perpaduan antara air telaga yang jernih dengan pesona alam pegunungan hutan. Pengunjung akan terinspirasi dengan beningnya air telaga laksana kaca didukung udara pegunungan yang sejuk menantang untuk berwisata menikmati kealamian hutan.

Karena romantisme yang mendukung inilah, dalam perjalanannya Telaga Remis kini menjelma menjadi kawasan wisata yang cukup diminati umumnya kaula muda.

Budayawan Cirebon Made Casta menuturkan, banyak sumber cerita tentang asal muasal Telaga Remis. Namun, semuanya tak bisa dipisahkan dari sejarah keberadaan Kerajaan Cirebon.

“Saat ini Telaga Remis sudah menjadi objek wisata unggulan di Kuningan. Berbagai macam keindahan dan pesonanya memang mampu menawarkan sesuatu yang beda dibanding kawasan lainnya. Setidaknya, selain keuntungan nilai sejarah bagi pengunjung yang datang ke Telaga Remis jelas bisa menikmati segala keindahannya yang berbeda. Setidaknya itulah alasan kenapa Telaga Remis ramai dikunjungi,” ujarnya. jul/INC
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger