' PT. Jico Agung Bantah Karyawan Alami Kecelakaan Kerja di Mama Suka - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » PT. Jico Agung Bantah Karyawan Alami Kecelakaan Kerja di Mama Suka

PT. Jico Agung Bantah Karyawan Alami Kecelakaan Kerja di Mama Suka

Written By Angga Harja S on Wednesday, December 5, 2012 | 7:18 PM

KAB.CIREBON (LJ) - Terkait pemberitaan edisi 189 terhadap PT Mama Suka yang diduga abaikan keselamatan buruh dibantah PT Jico Agung, selaku pemilik merek "Mama Suka". Dimana dalam surat hak jawabnya, Mama Suka merek terdaftar yang dimiliki PT Jico Agung, dan bukan merupakan perusahaan seperti diberitakan sebagai PT Mama Suka.

Rangga Prayoga, Legal Supervisor PT Jico Agung melalui surat hak jawabnya mengatakan, bahwa karyawan yang mengalami kecelakaan pekerjaan tersebut, bukan karyawan PT Jico Agung. Melainkan karyawan dari perusahaan yang ditunjuk untuk melakukan produksi salah satu produk Terasi bermerek "Mama Suka" (Makloon). Sehingga, kecelakaan kerja tersebut bukan sebagai tangungjawab dari PT Jico Agung selaku pemilik merek "Mama Suka".

 "Kami khawatir dengan pengunaan PT Mama Suka dalam pemberitaan tersebut dapat berakibat buruk bagi penjualan produk kami yang bermerek Mama Suka," kata Rangga.

Seperti diberitakan sebelumnya, perhatian perusahaan di Kabupaten Cirebon terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) para buruh masih terabaikan. Pasalnya, buruh  yang sedang bekerja  mengalami kecelakaan masih terisolasi oleh perusahaan.

Hal itu dialami Dian Sri (18), warga Desa Rawaurip Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon yang bekerja di PT. Mama Suka. Dimana saat bekerja, dirinya tertimpa rak besi penyimpanan hasil produksi beberapa waktu lalu hingga menyebabkan patah tangan, namun hingga kini belum mendapatkan tunjangan dari pihak perusahaan yang memproduksi pengolahan terasi tersebut.

Setelah dirinya mengalami kecelakaan, Ungkap Dian, secara lisan dari pihak perusahaan berjanji akan bertanggung jawab untuk biaya pengobatan. Tetapi dirinya baru menerima uang sebesar Rp400.000 dari perusahaan untuk biaya Rotgen, ternyata uang tersebut hasil dari rekan kerjanya yang diminta menyumbang sebesar Rp20.000 per orang.

“Beberapa rekan kerja yang pernah mengalami kejadian serupa (kecelakaan di pabrik,red) juga mendapat perlakukan sama, seolah perusahaan lepas tangan terhadap kecelakaan yang dialami para buruh,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger