' PSSI Ingin Tegakan Statuta Melalui Kongres di Palangkaraya - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » PSSI Ingin Tegakan Statuta Melalui Kongres di Palangkaraya

PSSI Ingin Tegakan Statuta Melalui Kongres di Palangkaraya

Written By Angga Harja S on Friday, December 7, 2012 | 7:00 AM


BOGOR - Sekretaris Jenderal Halim Mahfudz menyatakan, bahwa PSSI tidak takut akan ancaman sanksi FIFA menyusul kisruh dalam penyelenggaraan kongres PSSI. Halim menegaskan, PSSI akan tetap mematuhi sekaligus melaksanakan statuta PSSI daripada menjalankan keputusan Joint Committe atau MoU yang sebelumnya juga tidak dilaksanakan oleh pihak Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).

Dalam pertemuan antara PSSI, KPSI, dan Menpora, Rabu (5/12) lalu, PSSI dan KPSI bersepakat berusaha semaksimal mungkin agar Indonesia tidak disanksi FIFA dan menyelesaikan masalah di Kongres berdasarkan MoU antara PSSI dan KPSI, yakni merevisi statuta, pengembalian empat exco yang dipecat, penyatuan liga, dan kongres. Namun, menurut Halim, tidak ada kesepakatan dalam pertemuan tersebut.

"Sewaktu bertemu Menpora, kami membahas poin-poin MoU. Namun, kami menilai jika melaksanakan poin-poin tersebut,  kita akan melanggar statuta yang ada," jelas Halim, seperti dikutip dari laman remis PSSI, Kamis (6/12). Halim menjelaskan, poin-poin MoU yang dinilai melanggar statuta adalah peserta kongres yang harus mengacu pemilih dalam KLB Solo 2011.

"Sesuai statuta, peserta kongres adalah peserta kompetisi tahun berjalan. Jadi kami mengundang peserta kongres di Palangkaraya sebelumnya. Jadi kita tetap menggelar kongres di Palangkaraya pada 10 Desember nanti. Di dalam statuta, tidak dikenal juga MoU dan JC. Karena itu, kami akan tetap taat statuta. Lebih baik kami dikenai sanksi daripada melanggar statuta," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Halim menyayangkan sikap pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga terhadap pihak KPSI. "Seharusnya pemerintah berpedoman pada UU No.3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional pasal 26. Yang isinya adalah setiap penyelenggara kegiatan olah raga wajib mendapatkan rekomendasi dari federasi induk. Jika tidak, maka dikenakan sanksi kriminal dan denda sebesar Rp 1 miliar," paparnya.

Sementara itu, setelah sempat menjadi tanda tanya, lokasi Kongres Luar Biasa PSSI akhirnya menemui kejelasan. Palangkaraya Kalimantan Tengah tetap menjadi lokasi diselenggarakannya gelaran yang menjadi penentuan disanksi atau tidaknya Indonesia oleh FIFA. "Sudah pasti bahwa KLB akan dihelat di Palangkaraya. Tidak jadi ada perubahan," ujar Hadiyandra kala dihubungi wartawan, kemarin.

Selain tidak ada perubahan lokasi, KLB juga dipastikan tidak mengalami perubahan jadwal. Gelaran ini tetap akan dihelat Minggu (09/12) sampai Senin (10/12). Jika ada perubahan,sambung Hadiyandra, adalah lokasi KLB yang tidak lagi hanya dilangsungkan di Swiss-Belhotel Danum Palangkaraya. Hal ini terkait jumlah undangan yang bertambah.

"Bukan dipindah. Namun, karena adanya penambahan jumlah peserta, maka ada beberapa hotel lain sebagai penyangga. Selain sebagai tempat penginapan peserta, hotel-hotel ini juga menjadi lokasi acara Kongres. Namun, kegiatan akan tetap kita pusatkan di Swiss-Belhotel," ujar pria yang juga merupakan Deputi Sekretaris Jenderal PSSI ini. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger