' Proyek RKB di Cirebon Ditinggal Kabur Pengusaha - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Proyek RKB di Cirebon Ditinggal Kabur Pengusaha

Proyek RKB di Cirebon Ditinggal Kabur Pengusaha

Written By Angga Harja S on Monday, December 10, 2012 | 7:00 AM


KAB.CIREBON (LJ) - Keinginan ratusan siswa juga guru di SMAN 1 Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin-Kabupaten Cirebon, untuk bisa menikmati RKB (Ruang Kelas Baru) nampaknya bakal tertunda. Pasalnya, pengusaha yang mengerjakan proyek pembangunan RKB sekolah yang dipimpin H. Yaya S Iskandar, itu meninggalkan begitu saja pekerjaannya yang baru mencapai 30 persen. 

Kaburnya pengusaha yang mengelola CV.Intersis, selaku pelaksana pengerjaan proyek pembangunan RKB yang didanai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) sebesar Rp.494.335.000, itu tentu saja membuat berang pihak sekolah selaku penerima bantuan, karena merasa telah dirugikan.

Kepala SMAN 1 Ciwaringin Yaya S Iskandar melalui Wakasek Bidang Sarpras, Hidayat, menegaskan pihaknya merasa dirugikan dengan ulah CV Intersis. Sebab kontraktor telah berbuat nakal, karena sebelum pekerjaannya selesai pembanguann RKB sudah ditinggal kabur.

"Wajar saja kalau kami sebagai pihak penerima bantuan merasa dirugikan. Masa pekerjaan baru dikerjakan sekitar 20-30 persen pengusaha tidak nonghol lagi melanjutkan aktivitasnya. Dan sudah setengah bulan ini kondisi pembanguann RKB dibiarkan begitu saja," aku Hidayat kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Menurut dia, selama pengusaha melaksanakan pembangunan, pihaknya sudah beberapa kali menegur atau meminta pihak pelaksana dari CV Intersis untuk berkomitmen dalam melaksanakan pekerjaannya. Tetapi apa yang telah dilakukan sekolah tidak pernah dihiraukan pengusaha. 

Dalam pekerjaannya, yang menjadi penanggungjawab atau pihak pengusaha belum pernah melihat ke lokasi proyek, dan hanya mempercayakan mandor saja. Sehingga, pihaknya kesulitan saat akan berkoordinasi dengan pengusaha yang menjadi rekanan pemerintah itu. "Setiap hari atau sebelum proyek RKB ini ditinggalkan, yang ada di lokasi hanya mandor saja. Sedangkan pengusahanya tak pernah datang," jelas Hidayat.

Selain pembangunan RKB, Hidayat juga mengeluhkan pelaksana proyek bantuan DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2011 sebesar Rp.130 juta. Kenapa, karena bangunan perpustakaan yang dialokasikan pemerintah pusat melalui program DAK itu, nasibnya sama yakni ditinggal kabur pemborong. "Padahal pekerjaannya belum selesai 100 persen, tapi pembangunan perpustakaan sudah ditinggal pergi," keluhnya.

Saat ini, kondisi pembangunan perpustakaan sangat mengkhawatirkan, sebab beberapa item pekerjaan belum diselesaikan rekanan pemerintah, seperti pekerjaan pengurugan, pekerjaan lantai, pekerjaan plafon, pengecatan dan masih banyak lagi. Adanya pengusaha nakal tersebut, lanjut Hidayat, pihak sekolah telah dirugikan dua kali. Mulai dari bantuan Pemrov Jabar tahun 2012 dan DAK 2011. 
Sehingga, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon terutama Dinas Pendidikan (Disdik) untuk menindak tegas para pengusaha yang sudah merugikan masyarakat maupun negara tersebut. "Biar ada efek jera dan tak ada lagi pengusaha yang mengerjakan proyek pemerintah berbuat curang, maka harus ada tindakan maupun sanksi tegas dari pemerintah. Terutama dinas yang ditunjuk sebagai KPA (kuasa penguna anggaran) Kabupaten Cirebon," tukasnya. WAS


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger