' Polemik Nikah Kilat Ulama dan Tokoh Masyarakat Desak Pemberhentian Bupati Garut - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Polemik Nikah Kilat Ulama dan Tokoh Masyarakat Desak Pemberhentian Bupati Garut

Polemik Nikah Kilat Ulama dan Tokoh Masyarakat Desak Pemberhentian Bupati Garut

Written By lingkar jabar on Monday, December 3, 2012 | 7:00 AM


GARUT (LJ) - Sejumlah ulama sepuh, pengasuh pondok pesantren, aktivis pergerakan, pendidik dan budayawan, yang tergabung dalam Komite Penyelamat (Komat) Kabupaten Garut turut merasakan keprihatinan yang mendalam terkait kasus kawin siri kilat (empat hari) ala Bupati Garut Aceng HM Fikri. Keprihatinan itu mengemuka lantaran terkait etika dan indikasi pelanggaran serta membuat citra daerah "Kota Dodol" itu jadi miring.

Komat Kab.Garut pun menegaskan sikapnya melalui Resolusi Limbangan yang diihasilkan dalam pertemuan Urun Rembug ulama dan tokoh-tokoh masyarakat di Garut Trade Center, Sukadana-Desa Cigagade, Kecamatan Balubur Limbangan, Minggu (2/12). Dalam resolusi itu, Komat mendukung upaya hukum dilakukan pihak keluarga dan kuasa hukum Fany Octora, korban pernikahan siri Bupati Garut Aceng Fikri.

Selain itu, Komat pun mendesak DPRD Kabupaten Garut menggunakan hak-haknya untuk menyatakan mosi tidak percaya kepada Bupati Aceng Fikri, dan mendesak DPRD Kabupaten Garut segera mengajukan rekomendasi kepada Kementerian Dalam Negeri untuk memberhentikan Aceng Fikri dari jabatannya sebagai Bupati Garut.

Menurut Juru Bicara Komat Garut, Usep Romli, resolusi Limbangan lahir sebagai tanggapan atas ucapan dan perilaku Bupati Garut yang dinilai telah melukai hati rakyat Garut, merendahkan harkat derajat kaum perempuan, serta mencerminkan sikap arogansi penguasa dan tidak mencerminkan figur pemimpin dengan terjadinya kasus kawin singkat itu.

"Kita terpaksa bersikap tegas untuk menghindari timbulnya konflik horizontal di tengah masyarakat jika kasus ini terus dibiarkan. Makanya, Komat Garut memberikan waktu paling lambat 14 hari setelah Resolusi Limbangan disampaikan bagi DPRD Garut untuk meresponnya," kata Usep Romli kepada wartawan.

Perilaku Bupati Aceng Fikri ini, tak hanya menuai kecaman dan hujatan dari berbagai kalangan masyarakat, keluarga besar alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlul Alfiah Sadang-Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, juga mencoret nama Aceng dari daftar alumni Ponpes tersebut. Pendepakan Aceng sebagai alumni Riyadlul Alfiah ditegaskan Ketua Alumni Ponpes Riyadlul Alfiah, KH Amin Muhyiddin.

Menurut Amin, pihaknya merasa malu karena dalam kasus kawin singkat itu, Aceng HM Fikri selalu dikait-kaitkan dengan santri dan pesantren. Padahal perilaku santri tidaklah seperti dilakukan Aceng itu. “Dia disebut alumni Pesantren Sadang Riyadul Alfiah. Memang betul. Tapi kelakuannya sudah masuk wilayah munkarot dan tak bisa ditoleransi, baik dari sisi agama, moral, dan kemasyarakatan. Saya tegaskan, saat ini dia dicoret dari jajaran alumni Riyadlul Alfiah Sadang," tandas Kyai Amin.

Amien mengaku pihaknya semula tidak ingin campur tangan dalam kasus perkawinan Aceng HM Fikri karena khawatir terjebak dalam persoalan politis. Akan tetapi pihaknya mau tak mau harus bersikap dan angkat bicara karena kelakuan Aceng HM Fikri dinilainya sudah di luar kepatutan. JUL/BDN
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger