' Polda Jabar Mulai Penyelidikan Laporan Pemerasan oleh Bupati Garut - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Polda Jabar Mulai Penyelidikan Laporan Pemerasan oleh Bupati Garut

Polda Jabar Mulai Penyelidikan Laporan Pemerasan oleh Bupati Garut

Written By Angga Harja S on Thursday, December 6, 2012 | 7:00 AM

BANDUNG - Permasalahan Bupati Garut Aceng HM Fikri ternyata tidak hanya soal nikah kilatnya dengan Fany Oktora saja, orang nomor satu di Pemkab Garut ini juga tersandung kasus dugaan penipuan dan pemerasan terhadap mantan calon wakil bupati (Cawabup) Garut yang proses hukumnya sudah diselidiki oleh penyidik Polda Jabar. Bahkan, sang pelapor--Asep Rahmat Kurnia Jaya, mengungkapkan Polda Jabar akan melakukan gelar perkara pada akhir pekan ini.

Kepada wartawan dalam jumpa pers di Jalan Lombok No 33-Kota Bandung, Rabu (5/12),  Asep mengatakan dirinya kembali menerima panggilan penyidik Polda Jabar, Jumat (7/12) mendatang. Undangan tersebut terkait pemeriksaan lanjutan terhadap Bupati Garut tersebut. "Berkaitan dengan perkembangan laporan saya, Jumat pagi besok, saya diundang ke Polda. Akan ada gelar perkara terkait pemeriksaan terhadap Bupati Aceng," ujarnya.

Asep mengaku menerima informasi pemanggilan tersebut melalui telepon dari Polda Jabar. "Tadi pagi saya ditelepon pihak Polda, saya dapat sms juga untuk datang ke Polda hari Jumat nanti," terangnya. Diketahui, Asep melapor ke Polda Jabar pada Kamis (10/5) lalu Nomor LPB/381/V/2012/Jabar dengan terlapor Aceng Fikri dan Chep Maher. Perkara yang diadukan Asep yakni berupa tindak pidana penipuan atau penggelapan serta pemerasan yang dilakukan dua terlapor tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Pada 12 April lalu, Asep datang ke rumah kediaman Aceng di Kampung Copong, Kelurahan Sukamantri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Selain Asep dan Aceng, waktu itu ada dua staf bupati termasuk Chep.
Asep menjelaskan, Aceng melalui utusannya yakni Chep meminta uang sebesar Rp 500 juta. Uang itu, lanjut dia, sebagai titipan jaminan pendaftaran untuk masuk dua nama pemilihan calon Wakil Bupati Garut.

"Lalu pada 12 April saya datang ke rumah bupati. Saya hanya menyerahkan uang tunai sebanyak 25 ribu dollar Amerika. Uang itu saya serahkan langsung kepada bupati," kisah Asep. Namun pada 17 April, Chep mendatangi Asep di Hotel Banyu Artha Cipanas, Garut. Chep bermaksud menyampaikan permintaan Aceng yakni meminta uang Rp 1,4 miliar yang alasannya untuk lolos menjadi Wakil Bupati Garut.

Namun, dengan tegas Asep menolak permintaan tersebut, serta memutuskan untuk mundur dari bursa pencalonan Cawabup. Keputusan mundur itu diambilnya karena pihaknya menilai hal tersebut merupakan tindakan penipuan dan pemerasan. "Untuk itu pada tanggal 10 Mei 2012, saya melaporkanya ke Polda Jabar," tandasnya

Asep mengakui proses hukum atas pengaduannya itu terbilang cukup lama. Sejak lapor Mei lalu, Asep mempercayakan proses pemeriksaan terhadap Bupati yang juga sedang tersandung kasus nikah siri dengan Fany Oktora (18) tersebut kepada Polda Jabar.
"Saya selama berbulan-bulan ini memang mempercayakan penuh bahwa ada proses yang dilakukan oleh Polda. Seiring dengan itu juga ada upaya islah," ungkap Asep.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Jabar terkait dengan informasi gelar perkara kasus tersebut. HER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger