' Polda Jabar Dalami Dugaan Korupsi Dana Hibah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Polda Jabar Dalami Dugaan Korupsi Dana Hibah

Polda Jabar Dalami Dugaan Korupsi Dana Hibah

Written By Angga Harja S on Thursday, December 27, 2012 | 7:00 AM


BANDUNG - Dugaan korupsi dana hibah yang digelontorkan Pemkot Bandung pada tahun anggaran 2012 lalu dikabarkan mulai dilidik (periksa) oleh Satuan Tindak Pidana Korupsi (Satipikor) Polda Jabar. Konon, dalam kasus ini, uang hibah sebesar Rp 2,175 miliar jatuh ke sebuah yayasan bodong yang diduga menjadi tempat pencucian uang. Seorang anggota DPRD Kota Bandung dari sebuah parpol besar, KS, telah diperiksa dengan status sebagai saksi.

Dari informasi yang dihimpun di lingkungan Polda Jabar, pada medio Juli 2012, Yayasan HBS telah menerima hibah sebesar Rp 2,175 miliar dari Pemkot Bandung. "Angka yang fantastis untuk sebuah yayasan yang kantor sekretariat dan kegiatannya belum jelas, baik operasional maupun legalitasnya," kata seorang sumber di lingkungan Polda Jabar, Rabu (26/12).

Sumber tersebut menuturkan, jumlah yang digelontorkan itu disepakati melalui proses kesepakatan antara pengurus (YHBS) dan KS yang merupakan anggota dewan dari partai besar. Saat uang ditransfer ke rekening YBHS, diduga dua kurir suruhan KS yaitu D dan U untuk mengambil bagian yang telah disepakati sebesar Rp 1,1 miliar.

Kemudian, dari uang Rp 1,1 miliar itu, sebagian dana Rp 500 juta diserahkan kepada KS ke Yayasan Abdul Qadir (YAQ). Di yayasan tersebut KS menempati posisi sebagai Pembina Yayasan. Akan tetapi, uang sumbangan tersebut oleh ketua YAQ diserahkan kepada bendahara dan selanjutnya bendahara menyerahkan kembali ke KS.

"Sampai saat ini, tidak ditemukan catatan pembukuan penerimaan uang Rp 500 juta tersebut di pembukuan YAQ, karena ternyata juga pejabat bendahara YAQ adalah D yaitu salah seorang utusan anggota dewan untuk mengambil uang sebesar Rp 1,1 miliar tadi," imbuh sumber yang merupakan seorang perwira di Polda Jabar.

D, beralasan menyerahkan uang tersebut kepada KS karena dirinya tidak bisa menyimpan uang tersebut di rumah. "Dengan alasan tidak bisa menyimpan uang di rumah sang bendahara 'menitipkan' uang tersebut ke KS," ujarnya. Lebih lanjut, setelah KS merasa aksinya itu terendus aparat, oknum anggota dewan itu buru-buru mengembalikan uang kepada petugas.

"Namun sudah terlambat karena kasus telah dinaikan menjadi penyidikan, sehingga sesaat setelah dikembalikan, uang sebesar Rp 500 juta disita oleh penyidik. Sedangkan sisanya sebesar Rp 600 juta diserahkan oleh U kepada penyidik, sehingga total uang yang sudah disita sebesar Rp 1,1 Milyar," jelasnya seraya menambahkan uang tersebut diduga dikembalikan dari beberapa anggota dewan yang kecipratan dana hibah tersebut.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Martinus Sitompul menuturkan, Polda Jabar terus mengusut dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Kota Bandung tahun 2012 tersebut. Selasa (18/12/2012) lalu, pihak Satuan Tipikor Polda Jabar telah memeriksa 33 saksi terkait kasus tersebut. Penegasan juga dikemukakan Kasat Tipikor Polda Jabar AKBP Yayat Popon. Menurutnya, dari 33 saksi yang diperiksa belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk KS. HER/DTB
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger