' Petani dan Nelayan Indramayu Tuntut Pembentukan Satgas Perairan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Petani dan Nelayan Indramayu Tuntut Pembentukan Satgas Perairan

Petani dan Nelayan Indramayu Tuntut Pembentukan Satgas Perairan

Written By Angga Harja S on Thursday, December 27, 2012 | 7:00 AM


INDRAMAYU (LJ) - Ratusan warga dan aktivis yang tergabung dalam forum Pelangi (Pelestari Lingkungan Indramayu) meluruk (mendatangi) Pendopo Bupati, Rabu (26/12). Kedatangan mereka ke rumah dinas Bupati Ana Shopiah itu, mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu membentuk Satuan Tugas (Satgas) Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang dikhususkan menjaga wilayah sekitar perairan.

Pembentukan satgas badan itu, sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 2008 dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 8 tahun 2008 tentang Badan Penanggulangan Bencana. Terlebih selama ini, keberadaan wilayah perairan Indramayu menjadi lokasi mata pencaharian para nelayan.

Aksi demo yang dilakukan forum Pelangi dengan cara berkonvoi menggunakan kendaraan roda dua yang digagas beberapa kelompok nelayan di Indramayu, seperti Serikat Nelayan Tradisional (SNT), Rajin Disiplin Kreatif dan Tawakal (RADIKAL), Serikat Tani dan Nelayan (SETAN) Indramayu, Forum Peduli Masyarakat Indramayu (FPMI), Ikatan Keluarga Buruh Migran Indramayu (IKABUMI) dan Ikatan Sarjana Tarbiyah Indramayu (ISTI).

Apa yang dilakukan Forum Pelangi itu, untuk menggalang solidaritas antar warga serta menyikapi keberadaan lingkungan di Indramayu. Setelah puas berorasi di Pendopo, pendemo melanjutkan kembali perjalanannya menuju gedung DPRD. Sesampainya di kantor para wakil rakyat Indramayu, mereka (pendemo,red) melanjutkan kembali orasinya perihal kebocoran floating hose 150.000 DWT milik PT Pertamina persero UP VI Balongan Indramayu pada akhir tahun 2008 lalu.

Dimana terjadinya kebocoran itu, telah menimbulkan dampak pencemaran lingkungan bagi peraiaran dan pesisir pantai tambak yang beroprasi di wilayah Indramayu terdiri dari 14 Kecamatan. Padahal, kata Kordinator Forum Pelangi, Kajidin, bersihnya perairan sepanjang pantai Indramayu merupakan faktor utama kesejahteraan perekonomian warga di wilayah pesisir. Terlebih dari segi ekonomi warga disana, masih banyak yang memprihatikan.

"Terutama warga pesisir yang berprofesi sebagai nelayan maupun anak buah kapal selalu dihadapkan di masa paceklik. Itu terjadi ketika cuaca di lautnya tidak bersahabat, apalagi jika di tambah adanya ceceran limbah yang berakibat pada rusaknya habitat laut. Kasihan warga yang mencari nafkahnya sebagai nelayan," ungkapnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Kajidin menjelaskan, kejadian beberapa bulan lalu adanya ceceran minyak mentah di perairan sekitar Kepulauan Rakit/Biyawak, yang notabene dari tangker-tangker pengangkut barang milik Pertamina Balongan Indramayu menjadi perhatian seriuas warga. Sebab, saat ketiga unit perusahaan milik pertamina itu mencemari wilayah perairan, tidak ada yang bertanggungjawab atas ceceran minyak mentah tersebut.

"Jadi warga merasa dirugikan oleh pihak pertamina dengan kejadian pencemaran itu. Makanya, kami minta agar ada tangungjawab dari pihak perusahaan," tukasnya. Setelah puas melakukan orasi di Pendopo dan gedung DPRD Indramayu, para pendemo kembali melanjutkan orasinya kelokasi Pertamina Balonga. SLH/IHS

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger