' Pengusaha Jepang Minta Ketersediaan Sarana Infrastruktur - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Pengusaha Jepang Minta Ketersediaan Sarana Infrastruktur

Pengusaha Jepang Minta Ketersediaan Sarana Infrastruktur

Written By Angga Harja S on Friday, December 7, 2012 | 7:00 AM


KARAWANG - Para investor (pengusaha) Jepang ternyata memiliki komitmen untuk mengembangkan investasi di Indonesia. Namun begitu, ada syarat yang mereka ajukan, yakni soal sarana infrastruktur yang memadai harus bisa disediakan oleh pemerintah di tahun-tahun mendatang.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pengusaha Jepang sudah meminta disiapkan lahan bagi penambahan investasi. "Pebisnis Jepang meminta lahan 3.000 hektar di Karawang untuk ekspansi selama 15 tahun ke depan. Mereka juga minta tambahan infrastruktur seperti pelabuhan yang dekat dengan lokasi," katanya kepada wartawan, belum lama ini.

Pebisnis Jepang sengaja memilih Karawang lantaran sudah sejak beberapa tahun terakhir wilayah tersebut menjadi lokasi  pengembangan investasi Jepang di Indonesia. Mereka, kata Hidayat,  sudah betah dan ingin mengembangkan lebih lama lagi. Soal pelabuhan, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat sedang merumuskan pembangunan pelabuhan internasional di Cilamaya, Karawang.

"Nantinya, pelabuhan itu seluas 200 hektare  - 300 hektare ini bisa beroperasi pada 2017. Untuk itu, kini mereka meminta kepastian rencana tersebut," ujar Hidayat yang pernah menjabat Ketua KADIN serta pernah juga menjabat pengurus DPP Partai Golkar semasa dipimpin oleh Jusuf Kalla.

Sementara itu, Ketua Japan Indonesia Asociation, Yasuo Fukuda mengatakan secara umum investasi Jepang di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Imbasnya, kebutuhan lahan pun makin menjadi penting selain pengadaan infrastruktur yang memadai.
Namun, para pengusaha Jepang mengaku kesulitan mencari lahan industri yang punya kriteria layak dari sisi infrastruktur. "Sehingga kami minta Indonesia menyediakan infrastruktur yang cukup," kata mantan perdana menteri Jepang ini.

Hidayat mengakui kesulitan investor, termasuk dari Jepang ini. Pasalnya, pertumbuhan lahan industri dan infrastruktur tidak secepat pertumbuhan investasi yang masuk. Namun ia berjanji akan mendorong pemenuhan infrastruktur yang dibutuhkan investor mengingat Indonesia kini berstatus negara incaran investor di kawasan Asia Tenggara. "Mereka lebih memilih kita ketimbang Thailand," ujarnya.

Direktur Jenderal Kerja sama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana menambahkan pelaku industri dari Jepang berjanji untuk terus mendorong investasi mereka di Indonesia. Tapi mereka juga meminta agar dibantu mempermudah dalam hal mendapatkan lahan. Selain itu, tambahnya, pelaku industri Jepang juga meminta kepastian pasokan energi seperti listrik karena khawatir kekurangan pasokan untuk kegiatan produksi mereka.

Hal ini menurutnya sangat penting karena pemerintah Jepang sendiri meminta pelaku industri mereka memperkuat investasi di Indonesia. "Pada dasarnya akan lebih banyak lagi investasi seperti di sektor otomotif dan elektronik karena pemerintah Jepang meminta mereka memperkuat di sini," pungkas Agus. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger