' Pengunjuk Rasa Menuntut DPRD Desak Bupati Garut Mundur - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Pengunjuk Rasa Menuntut DPRD Desak Bupati Garut Mundur

Pengunjuk Rasa Menuntut DPRD Desak Bupati Garut Mundur

Written By Angga Harja S on Wednesday, December 5, 2012 | 7:00 AM


GARUT (LJ)- Ribuan demonstran dari berbagai elemen organisasi masyarakat (Ormas) Garut, melakukan aksi jalan menentang kepemimpinan Bupati Garut Aceng Fikri dan minta segera lengser dari jabatannya. Massa mulai bergerak dari Simpang Lima dengan menggunakan puluhan truk, dan ribuan kendaraan roda dua mendatangi Gedung DPRD Garut.

Selama aksi konvi di jalan, para demonstran mengusung dan mengibar-ngibarkan ratusan bendera terbuat dari ratusan celana dalam perempuan, spanduk, baliho bertuliskan hujatan terhadap Ceng Fikri. Aksi massa gabungan berbagai ormas seperti GMBI,PRODEM,FORMAG,SABA,BSSM.BAIS,Komunitas Santri Sarungan, Alumni Santri Alfadilah, Gabungan Mahasiswa Garut, serta ALCAPEON itu, tak henti-henti meneriakan kegeramannya terhadap perilaku bupati mereka.
   
“Puguh ge kitu tukang kurupuk kapilih jadi Bupati janten seueur artos, naon bedana cepot jadi raja akhirna mukmak-mekmek (Rakus), ngeruk duit rakyat ngumbar napsu  birahi dipake nyandung kabudak  awewe nu masih bau cikur,” teriak  Ketua Distrik GMBI Garut Ganda Permana, Selasa (4/12).

Dan yang paling menyakitkan hati masyarakat Garut lanjut Ganda, adalah ucapan Aceng Fikri yang menuding mantan isterinya dengan tuduhan tidak perawan lagi dan bau mulut. Ucapannya itu sangat tidak pantas dan meninggalkan beban psikis buat Fani.
   
Bupati Aceng, selain telah merusak citra masyarakat Garut, juga telah melakukan penghianatan terhadap Undang-Undang No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, penghianatan terhadap Undan-Undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak.
     
"Kami tidak rela Garut dipimpin Bupati Aceng HM Fikri, dia tidak berakhlak dan harus diusut tuntas serta mempertanggungjawabkan perbuatan secara hukum sekaligus untuk mundur dari jabatannya," tegas Ganda.
 
Sementara Ketua Paguyuban Masyarakat Garut Utara H.Holil Aksan Umarzen mengatakan, dirinya tidak setuju aksi yang dilakukan ribuan massa tersebut sebagai aksi demo. Sebab konotasi demo identik bisa brutal dan berujung anarkis.

“Ini kan suatu gerakan yang  spontan, alhamdulilah bisa di kondisikan karena ada Korlap dan koordinator.Kami yakin gelombang unjuk rasa mendesak Bupati Garut Aceng Fikri akan berkelanjutan dan lebih besar lagi dari masyarakat Garut, apabila DPRD Garut tidak memberhentikan Aceng Fikri secara tidak hormat," tegasnya.

Sebab kata dia, masyarakat sudah benci terhadap ulah buruk Bupati Garut, jangan sampai menunggu kebencian masyarakat menggunung, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan tindakan anarkis yang akan memperburuk serta bisa mempermalukan masyarakat Garut. "Intinya tuntutan kami segera Aceng Fikri mundur dari jabatannya, setelah itu, Kita buktikan bahwa bisa kembali  bangga sebagai orang Garut," ujarnya .

Menurut H.Holil Aksan Umarzen, massa mendesak agar seluruh anggota DPRD menyatakan sikap untuk sepakat melengserkan Bupati Aceng  HM Fikri dari jabatannya. "Kita setuju adanya mekanisme aturan yang harus ditempuh, silahkan sampai itu legal,sah secara perundang-undangan tetapi intinya hari ini masyarakat menunggu semua anggota DPRD setuju menyatakan diatas kertas bahwa mereka sepakat untuk memberhentikan Aceng Fikri demi kepentingan rakyat," jelasnya.(BDN/JUL)


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger