' Pemkot Depok Tidak Memiliki Data Pensuplai Daging - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pemkot Depok Tidak Memiliki Data Pensuplai Daging

Pemkot Depok Tidak Memiliki Data Pensuplai Daging

Written By Angga Harja S on Thursday, December 6, 2012 | 7:00 AM

DEPOK (LJ) - Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (Distanak) Kota Depok belum memiliki data riil jaringan penyuplai daging kepada para pedagang di pasar tradisional dan pasar modern di Kota Depok. Padahal, itu sangat penting untuk mengantisipasi masuknya daging berpenyakit serta mengantisipasi terjadinya kelangkaan daging.

“Sampai hari ini kita belum memiliki data jaringan penyupelai daging kepada para pedagang. Sekarang saja baru kita mulai lakukan pendataan tersebut,” kata Plt Kepala Distanak, Zalfinus Irawan di Balaikota, kemarin.

Dia mengatakan, pendataan di mulai dari Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis. Para pedagang diminta memberikan data sejujur mungkin agar tidak terjadi kesalahan analisis nantinya. “Baru diketahui, tidak semua pedagang daging di Pasar Cisalak mengambil daging dari rumah pemotongan hewan di Depok. kebanyakan para pedagang mengambil dari daerah Jakarta, Bogor, dan Jawa Timur,” ucapnya.

Lebih lanjut Zalfinus menyayangkan kepada petugas unit pelaksana teknis (UPT) pasar tidak melakukan pendataan asal muasal masuknya daging ke lapak para pedagang. Para pedagang hanya diberikan lapak untuk mencari nafkah di sana. “Kedepan kita akan berkoordinasi dengan dinas pasar untuk lebih melakukan pendataan. Jangan sampai setelah terjadi sebuah peristiwa baru kita mendapat musibah,” ujarnya.

Kata dia, kasus mogoknya para pedagang daging patut dijadikan pelajaran di masa-masa mendatang. “Kita bisa mengantisipasi itu semua kalau kita punya data. Misalnya, pedagang daging dari Bogor mogok. Kita bisa langsung ambil dari Jakarta dan daerah lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tapos, Kota Depok, Alvian mengatakan, bahwa petugas pemotongan sapi di Kota Depok sempat terhenti selama empat hari akibat kenaikan harga daging. Hal itu disebabkan karena tidak ada pasokan sapi ke RPH milik Pemerintah Kota Depok itu. Menurut dia, pedagang juga sempat melakukan aksi mogok menjual sapi.

“Jika ada yang melakukan pemotongan hewan, itu dilakukan untuk perseorangan seperti untuk hajatan. Bukan untuk dijual di pasar,” bebernya. HRS/TYS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger