' Pemkot Cirebon Anak Tirikan Lembaga PKBM - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Pemkot Cirebon Anak Tirikan Lembaga PKBM

Pemkot Cirebon Anak Tirikan Lembaga PKBM

Written By Angga Harja S on Friday, December 28, 2012 | 7:00 AM

CIREBON (LJ) - Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon saat ini tengah galau. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon di tahun 2013 nanti hanya memberikan bantuan kepada 10 kelompok untuk 9 PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Padahal, jumlah PKBM yang ada saat ini sebanyak 16 dengan total 40 kelompok kegiatan.

"Memang, pemerintah di tahun 2013 hanya memberikan bantuan ke 9 PKBM yang akan dialokasikan untuk 9 kelompok kegiatan. Makanya, kami sangat bingung menghadapi tahun depan," aku Muktar, Kepala Seksi (Kasi) PNFI pada Disdik Kota Cirebon kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Menurut dia, bantuan yang direalisasikan pemerintah untuk pelaksanaan kelompok PKBM di tahun 2013 itu khawatir akan menjadi polemik. Sebab, tidak bisa mengkaper semua kelompok PKBM yang ada di Pemkab Cirebon.

"Kami yakin, dalam pelaksanaan bantuan itu akan menimbulkan kecemburuan sosial dari PKBM lain yang tak mendapatkannya. Apalagi keberadaan PKBM itu sendiri, dari masyarakat oleh masyarakat untuk masyarakat," ujar Muktar.

Terkait soal sarana prasarana, lanjut dia, selama ini masih banyak PKBM yang melaksanakan kegiatannya menumpang di lembaga formal seperti gedung SDN maupun SMPN. Itu terjadi, lantaran setiap kali bidang PNFI mengajukan persoalan itu. tidak pernah di realisasikan pemerintah.

"Kalau dipikir, sudah seperti anak tiri saja. Semua ini dampak dari reformasi birokrasi. Coba lihat di lembaga pendidikan formal, kondisi gedungnya sudah pada bagus tapi masih saja setiap tahun dapat bantuan rehab. Kami rasa aneh tapi nyata," jelas Muktar dengan nada kesal.

Terpisah, Kasi Ketrampilan Disdik, Lili menjelaskan, untuk tahun 2013 dari jumlah 86 LKP yang ada di Kota Cirebon, hanya 20 LKP saja yang mendapatkan bantuan. "Sebanyak 245 orang yang akan di didik, total anggarannya sebesar Rp 400 juta," paparnya.

Senada juga dikatakan Kasi PAUD, Hj. Nani, jika berbicara bantuan pemerintah tahun 2013, untuk lembaga PAUD masih sangat minim sekali perhatiannya. Karena, jumlah tenaga pengajar baik di 96 PAUD maupun 80 taman kanak-kanak (TK) sekitar ratusan.

"Walaupun sudah banyak PAUD dan TK, perhatian pemerintah kami anggap masih kurang," ujarnya.

Apa yang dibeberkan bawahannya, ternyata dibenarkan H. Agus Muharam, Kepala Bidang (Kabid) PNFI, ia menyatakan semua yang di katakan kasi benar adanya. Dimana, perhatian pemerintah baik itu pusat, provinsi maupun daerah belum 100 % memperhatikan keberadaan PNFI.

Agus mengungkapkan, seharusnya pemerintah jangan setengah hati memperhatikan keberadaan PNFI. Alasannya, keberadaan PNFI juga bagian dari program wajar dikdas 12 tahun.

"Dan sesuai pasal 31 ayat 1 UUD 1945, semua warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Maka diadakanlah program PNFI untuk mewujudkan terlaksananya pendidikan di masyarakat," tukasnya. DUD
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger