' Pemkot Bogor Diduga "Menjual" Tanah Aset ke Pengembang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pemkot Bogor Diduga "Menjual" Tanah Aset ke Pengembang

Pemkot Bogor Diduga "Menjual" Tanah Aset ke Pengembang

Written By Angga Harja S on Monday, December 10, 2012 | 7:00 AM


BOGOR (LJ) - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Transparansi, M. Hasoloan Sinaga menduga pemerintah Kota Bogor telah mengalihkan atau " menjual" tanah aset pemda kepada pihak pengembang. Tanah aset seluas 6.700 m2 di Kampung Dekeng Jaya RT 02/08 Kelurahan Genteng Kecamatan Bogor Selatan yang selama ini disewakan ke masyarakat telah beralih ke pengembang "PH".

"Sesuai kronologisnya, sejak awal tahun 90-an tanah tersebut, disewakan kepada sebanyak 71 kepala keluarga (KK) relokasi eks Kampung Bayawak, Bogor Tengah itu, seluas 10.900 m2. Sementara lahan yang tersisa kini hanya sekitar 4.200 m2," ujar Hasoloan, dalam siaran pers yang diterima LINGKAR JABAR, Minggu (9/12).

Dia menjelaskan, atas masalah tersebut, warga pernah mempertanyakan kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) saat dilakukan perpanjangan sewa. "Pihak BPKAD tidak memberikan penjelasan kepada warga, namun membenarkan tanah tersebut telah dikuasai pengembang perumahan "PH"," jelasnya.

Hasoloan menjelaskan, bahwa berdasarkan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, khususnya Pasal 1 s/d Pasal 4, jo.UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, khususnya Pasal 8 dan Pasal 9 tentang 'Peran serta masyarakat'. "Maka terhadap kasus tersebut, saya sebagai LSM TRANSPARANSI telah melakukan Investigasi, Kajian, dan Analisa atas proses pemindah tanganan (Pelepasan Aset Tanah-red)” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa mengenai tata cara dan syarat-syarat pemindahtanganan (Pelepasan) atas Aset Daerah, telah ditentukan secara tegas dalam Permendagri No. 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah, khususnya Pasal 57, jo.PP No. 38 Tahun 2008 (Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 2006 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah), jo.PP No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

Dia menambahkan, bentuk-bentuk pemindahtanganan sebagai tindak lanjut atas penghapusan barang milik daerah, meliputi, Penjualan, Tukar menukar, Hibah, dan Penyertaan Modal Daerah. Bahwa sejalan dengan hal tersebut sesuai ketentuan Pasal 58 ayat (1) butir (a). menyebutkan.

"Bahwa Pemindahtanganan barang milik daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57, ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat Persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), untuk a. Tanah dan/atau Bangunan, b. Selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai lebih dari Rp5.000.000.000." Bahwa setelah dilakukan penelitian dan pengumpulan informasi (investigasi), segala syarat dan tahapan yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan tidak dapat dijelaskan secara terbuka sesuai prinsip-prinsip transparansi oleh instansi/pihak berwenang dalam hal ini Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor," ungkapnya.

Kata Hasoloan, sesuai hasil investigasi, kajian dan analisa yang telah dilakukan, atas kasus Pemindahtanganan Aset Daerah tersebut, diduga kuat telah terjadi “Penyimpangan” dalam pelaksanaannya. Dengan kata lain “Tidak sesuai dengan ketentuan yang 
semestinya telah ditetapkan oleh Peraturan perundang-undangan yang berlaku” dan tidak tertutup kemungkinan  ada indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

"Maka berdasarkan hal tersebut, LSM TRANSPARANSI menyampaikan “Pernyatan pers” sebagai berikut, mendesak agar BPKAD Kota Bogor menjelaskan masalah tersebut kepada publik secara terbuka dan transparan, mendesak agar DPRD Kota Bogor menggunakan haknya sesuai dengan kewenangan yang dimiliki, meminta dan mendesak aparat penegak hukum (Kepolisian dan Kejaksaan) untuk melakukan Penyelidikan, atau Penyidikan," ujarnya.ALI






Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger