' Pemkab Karawang Lestarikan Ngaruat Budaya - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Pemkab Karawang Lestarikan Ngaruat Budaya

Pemkab Karawang Lestarikan Ngaruat Budaya

Written By Angga Harja S on Wednesday, December 5, 2012 | 7:00 AM


KARAWANG - Ditengah perkembangan zaman semakin modern, tradisi lama sudah mulai tersingkirkan. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang berupaya melestarikan budaya lama seperti ‘ngaruat budaya’ desa, Kamis (29/11) di Kecamatan Tirtamulya.

Kegiatan yang bertujuan agar tanaman padi yang ditanam oleh petani di
Kecamatan Tirtamulya bisa subur dan panen berikutnya lebih baik serta
tidak diganggu oleh hama tikus. Masyarakat Kecamatan Tirtamulya rutin menggelar ‘ngaruat budaya’ desa setiap tahunnya untuk meningkatkan hasil padi pada musim panen berikutnya.

Asisten Daerah (Asda) 1, Endang Somantri mengatakan, Karawang memiliki cukup banyak warisan dan kearifan seni budaya, yang telah menjadi ciri khas tersendiri. Namun demikian, seiring dengan era globalisasi dan perkembangan jaman, kondisi warisan dan kearifan seni budaya dirasakan semakin memudar karena tergerus oleh derasnya budaya asing yang masuk ke Indonesia. “Oleh sebab itu, kita harus bersama melestarikan budaya yang selama ini ada, untuk mempererat tali silaturahmi dan gotong royong,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah senantiasa berupaya melestarikan warisan dan kearifan seni budaya sunda sekaligus mensosialisasikan kembali seni budaya tersebut di masyarakat. Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan kegiatan ruwatan budaya desa. keberadaan warisan dan kearifan seni budaya tersebut dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi, dan tidak tergerus oleh arus globalisasi dan perkembangan jaman, serta dapat diwariskan kembali kepada generasi yang akan datang.

Dikatakan, tujuan acara ini yaitu melestarikan budaya lokal yang bersifat positif yang bermanfaat bagi masyarakat dengan tidak mengesampingkan norma dan tatanan yang berlaku saat ini. “Karawang itu identik dengan kota padi, oleh sebab itu harus kita lestarikan bersama budaya yang positif ini,” tandasnya.

Warga Desa Kertawaluya, Karsa mengungkapkan, sejak pagi seluruh warga desa turun ke sawah untuk ‘moro beurit’ (Memburu hama tikus) agar tidak ada tikus lagi disawah. Sehingga tanaman padi bisa tumbuh dengan subur. “Kami berharap dengan kegiatan ini bisa meningkatkan hasil pertanian pada musim panen mendatang,” katanya. PRC/ANG
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger