' Pekerjaan Gedung Kadisdik Dipastikan Molor - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pekerjaan Gedung Kadisdik Dipastikan Molor

Pekerjaan Gedung Kadisdik Dipastikan Molor

Written By Angga Harja S on Wednesday, December 19, 2012 | 7:00 AM


INDRAMAYU (LJ) - Proyek rehabilitasi gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu yang menelan biaya sebesar Rp 686.544.000, dipastikan tak tepat waktu penyelesaiannya. Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh CV. Mentari Gumilang dengan masa kalender kerja 74 hari terhitung sejak awal pelaksanaan 1 Oktober 2012, saat ini, bentuk fisiknya baru 25 persen.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan belum menunjukkan bentuk layaknya sebuah kantor.Kondisi bangunan terlihat mirip sebuah gedung yang habis dihantam badai topan, terlebih atapnya yang semestinya sudah terpasang belum nampak. Sejumlah pekerja proyek, bahkan terlihat kurang bergairah dalam bekerja. Pihak kontraktor CV Mentari Gumilang ketika akan dihubungi wartawan sulit dijumpai.  

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Odang Kusmayadi saat dijumpai LINGKAR JABAR, Selasa (18/12) di kantornya, mengaku sangat menyesalkan buruknya kinerja kontraktor pemenang tender proyek rehab kantornya. Kalau berdasarkan perhitungan,  pertengahan Desember ini atau mendekati masa kalender kerja, bangunan seharusnya sudah mendekati tahap finising.

”Sementinya pekerjaan bangunan kantor saya sudah terpasang baja ringan, tapi kenyataannya justru belum ada tanda tanda perkembangan yang serius dari pelaksanaan itu, yang lebih parah lagi, kondisi pekerjaan baru masuk tahap 25 persen sedangkan waktu pelaksanaan tinggal beberapa hari lagi,” ungkapnya.

Masih dengan nada kecewa dan kesal, Odang mengungkapkan, bahwa kontraktor tersebut bekerja tidak profesional dan ada kesan meremehkan tugas dan melepas tanggungjawab atas kewajibannya selaku kontraktor yang ditunjuk berdasarkan hasil pemenang tender.“ Terus terang saya sangat kecewa, dengan kondisi bangunan gedung yang masih belum apa-apa, apalagi waktu pelaksanaan tinggal menghitung hari.Saya minta kontraktor bertanggungjawab atas pekerjaannya, dan saya tak mau dibebani oleh masalah dia," ketusnya.

Terpisah Ipan Suratno,seorang pemerhati pendidikan Kabupaten Indramayu, menyayangkan buruknya kinerja kontraktor tersebut, seolah ada kesan kalau proyek yang dikerjakannya itu hanya sekedar permainan saja.Dia tidak sadar, kalau hasil kerjanya itu mendapat sorotan publik, terlebih lokasi gedung dimaksud berada pada pusat kegiatan pendidikan.

”Atas nama masyarakat Indramayu, saya merasa kecewa dengan hasil LPSE jika pekerjaannya seperti yang saya lihat dan perhatikan sekarang. Dapat dibayangkan, terlepas sesuai bestek atau tidak jika masa waktu pekerjaan tinggal menghitung hari, bagaimana bicara kualitas pekerjaan. Ini patut dipertanyakan kebenaranya,”ujarnya.

Meski demikian, Ratno menambahkan bahwa tidak semua kesalahan dibebankan kepada pihak kontraktor, peran pengawas dari dinas pendidikan ikut terlibat atas buruknya kinerja seorang kontraktor. Sesuai aturan main, setiap proyek bangunan yang akan dan sedang dikerjakan sudah seharusnya mendapat pengawasan dari instansi terkait.

Pengawasan tidak hanya sebatas memantau fisik bangunan saja, tapi harus diteliti segala bentuk/bahan dan kualitas material bangunan, apakah sudah sesuai dengan RAB atau tidak. "Jadi, kita harus selidiki sejauh mana tugas seorang pengawas yang ditunjuk untuk mengawasi proyek proyek yang didanai oleh APBD," kilahnya.(IHS/SLH) 
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger