' Pasar Terbesar se Asia Diserahkan ke Pemerintahan Desa - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pasar Terbesar se Asia Diserahkan ke Pemerintahan Desa

Pasar Terbesar se Asia Diserahkan ke Pemerintahan Desa

Written By Angga Harja S on Monday, December 10, 2012 | 7:00 AM


CIREBON (LJ) - Perjuangan masyarakat Desa Tegalgubung Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon yang difasilitasi kepala desa selama 5 tahun lalu, akhirnya berbuah manis. Karena, polemik kepemilikan Pasar Sandang Tegalgubung yang di klaim pihak PT Rakerindo Arya Matra dikembalikan lagi ke masyarakat. 

Diserahkannya pengelolaan Pasar Sandang terbesar se Asia kepada pihak pemerintahan desa itu pada tanggal 26 November 2012 sesuai dengan surat nomor:511.2/2643/MUK, Hal kesepakatan bersama antara Pemerintah Desa Tegalgubug dengn PT. Rekarindo Arya Matra, yang ditandatangani Bupati Cirebon Dedi Supardi.

H. Sambung, Kepala Desa (Kades) Tegalgubung di damping Junaedi, Kaur Pemerintahan Desa Tegalgubug menjelaskan, selama menjabat sebagai kades pihaknya fokus memperjuangkan hak masyarakat yang memiliki sebidang tanah dan  dijadikan Pasar Sandang.

"Tanah masyarakat itu seluas 10 hektare. Namun, kepemilikannya masih banyak yang belum bersertifikat," aku H. Sambung kepada LINGKAR JABAR dikediamannya, kemarin.

Kebaradaan Pasar Sandang seluas 10 hektar tersebut, lanjut kades, dibangun kios dan los sebanyak 250 hingga 3000, serta leprakan yang diperirakan sekitar ribuan. “Kami berjuang untuk masyarakat Desa tegalgubug. Semula pasar yang diklaim PT Rekarindo Arya Matra selalu muncul masalah besar terhadap masyarakat yang saling mengklaim memiliki sertifikat, sehingga mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan, baik mahasiswa maupun masyarakat sendiri," ujarnya. 

Ia mengaku, hasil kerjakerasnya itu pasar itu kini sudah dikembalikan ke pemerintahan desa untuk pengelolaannya. Itu terjadi saat hasil kesepakatan antara pihak Pengembang PT. Rekarindo Arya Matra dan Desa Tegalgubung yang diserahkan langsung Bupati Cirebon melalui Sekretaris Daerah, H. Dudung Mulyana. 

Sambung menambahkan, sebelum Pasar Tegalgubug ini di serahkan ke pemerintahan desa memang banyak masalah besar akibat saling mengklaim. Padahal pemasukan untuk APBDes dari pihak pengembang sebesar Rp.10 juta per bulan. Tetapi, saat dihitung antara pendapatan dengan pengeluaran itu tidak sepadan.

"Memang setelah dihitung pemberian tiap bulan dari pengembang tak mencukupi. Karena ada mandor pasar yang ditunjuk desa, serta keamanan 25 orang atas persetujuan dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa) yang akan mendapatkan uang tersebut," aku kades.

Menyinggung tentang para pedagang yang masih belum mengetahui, bila pasar sudah diserahkan ke Pemerintahan Desa Tegalgubung, baik yang sudah memiliki sertifikat maupun belum pihaknya akan segera memanggilnya. 

"Para pedagang, baik yang resmi maupun yang tidak resmi akan kami panggil. Sebab desa tinggal melanjutkan dari pihak PT Rekarindo Arya Matra. Tugas kami untuk membangun desa, makanya para pedagang yang mempunyai AJB (Kepemilikan) pasar akan direkrut untuk memiliki Sertifikat. Sehingga para pedagang tidak saling mengklaim tempat berdagang,"tukasnya. SUR  

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger