' Nasi Tumpeng Dipilih Menjadi Andalan Ikon Kuliner Tradisional Indonesia - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Nasi Tumpeng Dipilih Menjadi Andalan Ikon Kuliner Tradisional Indonesia

Nasi Tumpeng Dipilih Menjadi Andalan Ikon Kuliner Tradisional Indonesia

Written By Angga Harja S on Wednesday, December 19, 2012 | 7:00 AM


Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hari ini meluncurkan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia yang terdiri dari makanan dan minuman khas Indonesia mulai dari makanan pembuka, menu utama, hidangan penutup hingga kudapan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Pangestu menyatakan bahwa pemilihan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia adalah langkah awal untuk mengembangkan dan memfokuskan pengembangan kuliner Indonesia.
“Langkah ini perlu didukung oleh berbagai pihak agar kuliner Indonesia maju bersama, dikenal, mendapat pengakuan, dan mampu bersaing di level internasional,” komentar Mari Pangestu

Nantinya 30 ikon tersebut (terlampir) akan dilengkapi dengan resep yang dibakukan, disertai penjelasan videografis tentang proses pembuatannya untuk tujuan replikasi maupun dokumentasi. Penentuan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia ini tidak dikaitkan dengan hak paten, merek maupun hak cipta.
Hadir dalam acara peluncuran ini perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, akademisi, serta sejumlah tokoh dan pemerhati kuliner Indonesia diantaranya Bondan Winarno, Azril Azhari, dan Linda Adimidjaja.
Penentuan ikon kuliner ini dilakukan melalui proses yang cukup panjang dan melibatkan pemangku kepentingan. Proses diawali dengan mendaftar kekayaan budaya kuliner tradisional yang diwariskan secara turun menurun hingga mencapai keberadaannya di masa kini dan tahapan seleksi dengan melalui beberapa kriteria, yakni bahan baku mudah diperoleh baik di dalam maupun luar negeri, dikenal oleh masyarakat luas secara nasional (populer), dan ada pelaku secara profesional.

Adapun dipilihnya Nasi Tumpeng sebagai andalan ikon kuliner tradisional Indonesia untuk membangun dan mengembangkan kuliner Indonesia dengan beberapa pertimbangan, diantaranya mempunyai dasar filosofi Indonesia yang kuat serta mempresentasikan budaya makan orang Indonesia, memiliki visualisasi yang atraktif baik dari segi tampilan maupun rasa, mudah dibuat di luar negeri dan dapat dijadikan sebagai menu wajib restoran Indonesia di luar negeri. Nasi Tumpeng juga dinilai memiliki kelebihan karena mudah membangun cerita (hype) tentang nasi tumpeng, dan ragam lauk mudah dikombinasikan dengan ikon kuliner lainnya.
Mari Pangestu menekankan bahwa ekonomi kreatif adalah proses memberi nilai tambah terhadap sebuah produk yang sudah ada dengan berbasiskan ide dan kreativitas. Industri kreatif berdampak positif pada kontribusi ekonomi, melestarikan dan mengembangkan warisan budaya, soft diplomacy dan nation branding. Sebagai 1 dari 15 subsektor ekonomi kreatif, kuliner sangat bisa untuk mendukung keempat hal tersebut.
Dari 15 subsektor ekonomi kreatif yang akan dikembangkan oleh Kemenparekraf, kuliner menyumbangkan pendapatan terbesar bagi industri kreatif di Indonesia atau sekitar 32,2% dari total kontribusi industri kreatif terhadap PDB pada 2011, atau nilainya sekitar Rp169,62 triliun.

Pada kesempatan peluncuran ini disampaikan pula bahwa sekalipun dimaksudkan dan diupayakan secara sungguh-sungguh agar mewakili semua budaya kuliner tradisional yang berkembang di seluruh pelosok tanah air, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam penentuan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia kemungkinan belum mewakili seluruh daerah di Indonesia. Diharapkan pada proses pengembangan berikutnya keterwakilan kuliner tradisional dari berbagai daerah akan makin lengkap.

“ Percepatan terhadap kelengkapan keterwakilan ini akan terjadi bila di tiap-tiap daerah juga--baik atas prakarsa pemerintah daerah, maupun atas prakarsa madani--bekerja sama dengan pemerintah pusat menetapkan ikon kuliner di daerahnya,” kata Firmansyah Rahim Direktur Jendral Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Dalam mewujudkan strategi tersebut, masing-masing pihak terkait kuliner tidak dapat berjalan sendiri, perlu sinergi dan peran serta aktif dari berbagai kalangan seperti lembaga/instansi/, asosiasi, pelaku usaha, praktisi dan akademisi untuk dapat bersama-sama mengembangkan dan mempromosikan potensi kuliner Indonesia. (budpar)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger