' Mapag Desak Institusi Terkait Transparan Soal Keterlambatan TP Guru - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Mapag Desak Institusi Terkait Transparan Soal Keterlambatan TP Guru

Mapag Desak Institusi Terkait Transparan Soal Keterlambatan TP Guru

Written By lingkar jabar on Monday, December 3, 2012 | 7:00 AM


GARUT (LJ)-Masyarakat Peduli Anggaran Garut (MAPAG),mendesak institusi terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik terhadap masalah keterlambatan pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) maupun dana tunjangan profesi (TP) guru PNSD. Desakan elemen masyarakat Garut ini, berhubungan dengan adanya informasi dari situs Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu (DJPK) RI, bahwa dana tersebut telah dicairkan tepat waktu.

"Khusus tunjangan profesi guru PNSD, mereka masih kekurangan pembayaran dua bulan dari semestinya sembilan. Lantas kemana dana yang mestinya mereka terima. Padahal berdasarkan situs DJPK RI dana sudah dicairkan," jelas Haryono kepada LINGKAR JABAR seusai audiensi dengan Komisi D, DPRD Garut kemarin.

Saat audiensi berlangsung, nampak dihadiri Sekjen GGW, Agus Rustandi dan dari pemerintah Kepala Dinas Pendidikan Garut, H. Mahmud beserta jajarannya, Kepala Inspektorat, H. Dendi Hidayat, Kepala BKD, Kostawan serta pejabat dari DPPKA.

Menurutnya, berdasar informasi penyaluran dana transfer dari situs Dirjen Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu RI, tunjangan profesi Guru PNSD 2012, disalurkan ke Kabupaten Garut pada Maret 2012 sebesar Rp 63.035.881.500. Nilai dana sama juga disalurkan pada Juni 2012 serta September 2012.

Jika dana tersebut telah ditransfer ke kas umum daerah Garut, maka berarti total dana yang terkumpul sampai September 2012 sebesar Rp 189.107.644.5000. Dengan nilai dana sebesar ini, semestinya tunjangan profesi guru selama sembilan terakhir ini sudah bisa diterima dengan utuh oleh para guru.

Tetapi kenyataannya berbeda, para guru pada tingkat SD, SMP, SMAK pada triwulan satu, hanya menerima dua bulan. Kemudian, triwulan dua menerima tiga bulan, dan pada triwulan tiga menerima dua bulan. Maka tunjangan profesi diterima selama tahun anggaran 2012, baru tujuh bulan. "Lalu, kemana dana tersisa dua bulan lagi kenapa belum dibayarkan oleh Pemerintah Daerah Garut," tegas Haryono.

Seraya menambahkan, jika hal ini terus-menerus dibiarkan, bisa menjadi preseden buruk dalam pengelolaan anggaran-anggaran yangg ditransfer kedaerah, khususnya pengelolaan TP Guru PNSD, diluar gaji pokok serta diluar tunjangan-tunjangan lainnya.

Sementara, Ketua Komisi D DPRD Garut, H.Helmi Budiman, juga mendesak jajaran Disdik serta DPPKA secara terang benderang memberikan penjelasan agar permaslahan ini tidak berlarut-larut.Kepala Disdik Garut beserta jajarannya, menyatakan siap dilakukan audit data base diusulkan bagi pembayaran TP Guru PNSD tersebut.

Juga dilakukan rekonsiliasi data kepegawaian dengan pihak BKD, menyusul bisa terjadi penambahan guru atau peningkatan pangkat maupun golongan.Bahkan bukan saja dalam Anggaran Tunjangan Profesi Guru saja yang ganjil, tetapi Mapag juga menemukan adanya dugaan Markup data pengajuan Bantuan Operasional Siswa (BOS), hal tersebut di temukan di wilayah Kecamatan Banyuresmi.

 Di Kecamatan tersebut dari 21 Sekolah yang di investigasi, ternyata menemukan adanya dana kelabihan dalam penyaluran dana Bos. Totalnya pun mencapai Rp141 juta lebih." Kami menemukan keganjilan dalam penyaluran dana bos, ternyata di kecamatan banyursemi data siswa tidak sesuai dengan data yang ada di pusat, sehingga ada dana lebih yang masuk kerekening sekolah mencapai ratusan Juta," ungkap Haryono.

Dia meminta pada Dinas Pendidikan Kab.Garut, untuk segera memperbaiki sistem dan pendataan ulang terkait jumlah siswa di seluruh sekolah.Hal ini berdasrkan investigasi dilapangan dengan melibatkan 30 mahasiswa.

Kepala Dinas Pendidikan Garut, H. Mahmud, M.Mpd, mengatakan, permaslahan yang disampaikan Mapag sebenarnya, bukan terjadi di Kab.Garutsaja, melainkan di Kabupaten lainn jugamengalami masalah ini." Kami akan segera melakukan perbaikan dalam penyusunan database kembali ,". singkatnya. (JUL/FIQ)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger