' Lintah Darat Berkedok BPR Marak di Indramayu - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Lintah Darat Berkedok BPR Marak di Indramayu

Lintah Darat Berkedok BPR Marak di Indramayu

Written By Angga Harja S on Tuesday, December 11, 2012 | 7:00 AM


INDRAMAYU (LJ) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu dinilai gagal mambantu masyarakat, terutama mereka yang tengah mengalami kesulitan ekonomi. Pasalnya, saat ini marak ditemukan lintah darat atau yang dikenal renternir berkedok BPR (Bank Perkreditan Rakyat) di wilayah terkenal dengan pemasok buah mangga tersebut.

Seperti dialami Lina (35), nasabah BPR Karya Jatnika Sadaya Jatibarang. Setelah dikabulkannya permohonan pinjaman ke bank tersebut, ia mengaku tidak diberi lembaran berita acara kesepakatan pinjaman, kecuali dibacakan oleh pihak BPR pada saat itu.

Lina yang kemudian berhasil meminjam Rp.11 juta tahun 2010 dengan jaminan satu unit sepeda motor Honda vario bernopol E 6277 SJ, tidak membawa utuh uang pinjaman tersebut. Sebab masih ada potongan dari pihak bank dengan alasan sebagai uang administrasi. Namun setiap bulannya dia harus membayar tagihan kredit sebesar Rp.567 ribu dengan total tanggungan 36 bulan.

“Dalam perjalanan pembayaran selama 23 bulan, saya mampu dan lancar untuk membayar setoran bank tersebut. Tapi ketika kondisi usaha saya kian terpuruk," keluhnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Lina menjelaskan, pada setoran ke 24 dirinya tidak dapat melakukan kewajiban untuk setor ke Bank. Sehingga terjadi penunggakan hingga 3 bulan, anehnya tanpa terlebih dulu memberikan surat pemberitahuan pihak BPR langsung mengirim dep kolektor untuk mengambil motor.

"Inikan aneh, masa tanpa surat pemberitahuan dari BPR melalui dep kolektor mendatangi rumah saya dan meminta untuk menyerahkan motor dijadikan jaminan tersebut," paparnya.

Sementara, Eko Priyo Utomo, mewakili Operasional BPR Karya Jatnika Jatibarang mengatakan, bahwa nasabah ketika menitipkan BPKB di BPR KS, hal tersebut bersifat titipan dan kendaraan nasabah masih memakainya dengan kewajiban 1 dan 2 bulan membayar angsuran.

"Tapi ketika 2 atau 3 bulan lebih belum membayar kewajibannya, maka nasabah harus menyerahkan kendaraan yang telah dijaminkan,” jelasnya.

Ketika ditanyakan perihal sertifikat fidusia untuk pinjaman uang dengan agunan sepeda motor. Eko menjelaskan, jika yang didaftarkan sertifikat fiducia hanya untuk kendaraan roda empat atau mobil. Sedangkan sepeda motor tidak didaftarkan.

Jadi, lanjutnya, untuk kendaraan roda dua tidak ada sertifikat Fidusia, kalaupun waktu mengajukan permohonan pinjaman nasabah menggunakan agunan motor, ini bersifat perjanjian dibawah tangan antara bank dan nasabah.
"Artinya perjanjian yang bukan dihadapan notaris, bentuk perjanjiannya hanya antara pihak bank dengan nasabah yang ditandatangani diluar paksaan," ujarnya.

Selama ini BPR menutup pintu terhadap calon nasabah yang memiliki pekerjaan tertentu, hal ini sebagai salah satu upayanya menghindari masalah terhadap usahanya. Karena secara notabene system perbankan yang dijalankan BPR jelas ada yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum, sebagaimana tertuang dalam Undang Undang RI nomor  42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fudisia dan Peraturan Kapolri nomor 8 tahun 2011 tentang Pengamanan Eksekusi Jaminan Fidusia.

Hal ini bisa dibuktikan pada salah satu nasabah tertentu yang memahami system perbankan dan diterapkan BPR. Seperti yang dipertanyakan perihal nasabah dengan jaminan kendaraan roda dua bernopol E 5137 RN, walaupun sudah diketahui satu tahun tidak pernah setor tapi masih belum juga ditarik oleh pihak BPR KS. Hal ini terkesan ditutup-tutupi dan terjadi diskriminasi.

“Terhadap nasabah ini sudah dilakukan proses pencarian oleh kolektor. Tapi sampai saat ini belum ditemukan," tukas Eko, dan menyarankan untuk lebih jelasnya sebaiknya langsung berhubungan dengan pimpinan kolektor Jatibarang. IHS/ACP



Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger