' Klub ISL Larang Pemain Perkuat Timnas, PSSI Akan Tegas - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Klub ISL Larang Pemain Perkuat Timnas, PSSI Akan Tegas

Klub ISL Larang Pemain Perkuat Timnas, PSSI Akan Tegas

Written By Angga Harja S on Thursday, December 27, 2012 | 7:00 AM


BOGOR - Pengurus PSSI kali ini bakal bersikap tegas dalam pemanggilan pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia. Selain menyiapkan sanksi bagi pemain yang enggan bergabung dengan Skuad Garuda, otoritas tertinggi sepak bola Indonesia ini juga siap memberi sanksi pada pengurus klub yang menghalangi para pemainnya dalam memperkuat timnas.

"Pengurus klub, yang disurati, tapi menahan pemain yang dipanggil timnas adalah pelanggaran profesi yang sangat serius," ujar Sekretaris Jenderal PSSI, Halim Mahfudz dalam keterangan persnya yang dikutip dari laman resmi PSSI, kemarin. Sebelumnya, PSSI telah menegaskan bakal mengambil langkah tegas terkait pemanggilan pemain yang terpilih membela Timnas Indonesia. 

Menurut Halim, PSSI akan melaporkan klub yang tidak mengizinkan para pemainnya membela Timnas kepada Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC). Hal serupa, juga berlaku bagi pemain yang menolak memperkuat Timnas. 

"Melarang pemain membela Timnas merupakan pelanggaran profesi. karena itu, PSSI segera mengirimkan daftar nama 43 pemain yang telah direkomendasikan pelatih Nil Maizar kepada FIFA dan AFC," papar Halim. "Seluruh otoritas sepakbola dunia akan menerima daftar pemain ini jika mereka menolak bergabung dengan timnas," sambungnya.

Lebih lanjut, pria yang karib disapa Gus Iim ini menyebut bahwa hukuman serupa juga bakal diterapkan pada pengurus klub yang menahan pemainnya bergabung dengan timnas. Nama-nama mereka, sambung Halim, juga akan dikirim ke otoritas sepakbola anggota FIFA, AFC dan AFF.

Sebelumnya, mantan anggota Komite Eksekutif PSSI yang juga petinggi KPSI, Tony Aprilani memastikan jika klub-klub ISL takkan melepas pemainnya memperkuat timnas. Tony beralasan jika mayoritas klub ISL sudah tidak lagi mengakui Djohar sebagai ketua PSSI.

"Jangan didik masyarakat untuk tidak menghormati aturan berdalih kepentingan nasional. Klub-klub ISL adalah klub yang menurunkan Djohar Arifin dan telah memilih Komite Eksekutif PSSI yang baru di Kongres Luar Biasa Ancol pada 18 Maret 2012 lalu. Bagaimana mungkin logikanya mereka akan melepas pemain? Kan mereka sudah tidak mengakui Djohar?" ucap Tony di Jakarta, Selasa (25/12).

"Masyarakat jangan dibodohi dan jangan membuat bodoh masyarakat. PSSI tidak bisa seenaknya memanggil pemain dari klub ISL untuk ke Timnas," imbuhnya. Terkait dengan komposisi pemain timnas, Tony menganggap timnas bentukan dari pemain ISL memiliki materi pemain yang lebih berkualitas. Terlebih nantinya ada pelatih terbaik untuk seukuran Indonesia, yakni Alfred Riedl.

"Formasi tim sudah terbentuk sejak persiapan piala AFF kemarin dan Timnas dari ISL memang berikutnya diproyeksikan ke Piala Asia. Tinggal dikumpulkan saja. Riedl kita panggil lagi. Bukan sesuatu yang berlebihan jika klub-klub ISL tidak bersedia melepas pemainnya, karena ini soal prinsip, dan jangan mengajari masyarakat untuk tidak menghormati dan mematuhi prinsip," jelasnya.

Mengenai turun tangannya KONI Pusat untuk mempersiapkan Timnas ke SEA Games, Tony mengaku setuju dengan gagasan tersebut. Sebab, dalam situasi seperti ini peranan pemerintah memang diperlukan dan sesuatu yang sah dengan mengingat peranan KONI dan juga izin FIFA dalam mengatasi dualisme organisasi dan dualisme Timnas. "Silakan pemerintah melalui KONI memilih timnas mana yang terbaik untuk mewakili Indonesia. Tinggal dipilih aja, Timnas mana yang akan dikirim," pungkasnya.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger