' Kinerja Kementrian Buruk ,Indonesia Impor Singkong? Memalukan!! - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kinerja Kementrian Buruk ,Indonesia Impor Singkong? Memalukan!!

Kinerja Kementrian Buruk ,Indonesia Impor Singkong? Memalukan!!

Written By Angga Harja S on Wednesday, December 12, 2012 | 7:00 AM


BOGOR - Kabar tentang impor singkong dari China, Thailand, dan Vietnam, yang dilakukan Indonesia dinilai sangat memalukan. Pasalnya, Kementerian Pertanian (Kemtan) yang mendapatkan anggaran Rp 20 triliun kinerjanya tak signifikan dalam mengelola masalah pertanian di tanah air. Khususnya, Kemtan tak maksimal dalam mendorong produksi produk pertanian.

"Ini jelas sangat memalukan, Indonesia yang luas seperti ini, subur seperti ini, apa sulitnya menanam singkong. Aneh, negeri kita yang agraris ini malah impor singkong," kata Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Golkar Anton Sihombing ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/12).

Lebih menyedihkan lagi, kata Anton, sangat sedikit kementerian yang saat ini anggarannya mencapai Rp 20 triliun setahun. Harusnya Kementerian Pertanian bisa bekerja lebih maksimal. "Apalagi yang paling menyedihkan Kementerian Pertanian mendapatkan anggaran besar sekali Rp 20 triliun, di mana sayang sedikit Kementerian yang mendapatkan dana sebesar itu, tapi kinerjanya sampai saat ini tidak signifikan," tegas Anton.

Dia mengatakan, kenaikan anggaran yang diberikan kepada Kementerian Pertanian cukup tinggi. Di 2009, Kementerian Pertanian mendapatkan anggaran Rp 3,1 triliun, tahun ini naik menjadi Rp 20 triliun. "Tapi kenyataannya singkong saja masih impor, apa itu tidak memalukan," cetus Anton.

Kalangan pengusaha juga menyayangkan hal ini, impor tersebut di luar akal sehat. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto mengatakan, impor singkong ini tidak seharusnya terjadi. "Yang harus kita benahi adalah kenapa kita impor padahal bisa menanam di sini, itu nggak masuk logika. Tak ada logikanya," tegas Suryo.

Pasalnya, lanjut Suryo, Indonesia adalah negara dengan tanah yang subur. Bahkan menurutnya, di daerah dengan tanah yang tidak subur pun singkong dapat ditanam. "Agak aneh ya ironis. Negara kita kan negara yang bukan main suburnya. Di tanah yang tidak terlalu subur pun singkong bisa tumbuh," lanjutnya.

Dia beranggapan, ini adalah ulah dari oknum pengusaha yang ingin mengambil keuntungan secara lebih dengan melakukan praktik impor ini. Menurutnya, ini harus segera ditindak. "Ini ada sesuatu yang salah. Semua kan ujung-ujungnya keuntungan, pengusaha kalau ada celah keuntungan kan dia ambil," tutupnya.

Seperti diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total impor singkong pada tahun ini hingga Oktober 2012 sebesar 13.300 ribu ton dengan nilai US$ 3,4 juta atau Rp 32,3 miliar. Selain impor dari Thailand tersebut, pada April dan Mei 2012, sebanyak 5.057 ton singkong berasal China dengan nilai US$ 1,3 juta masuk ke tanah air. Impor ini kemudian berhenti pada Mei ini.

Sementara itu, pada Mei impor singkong dilakukan dari negara Vietnam. Sebanyak 1.342 ton singkong dengan nilai US$ 340 ribu masuk ke Indonesia. Dari bulan Juli sampai September 2012, tidak terdapat impor singkong dari negara manapun. Tahun lalu, pada bulan Januari-Juni 2011, Indonesia tercatat mengimpor ubi kayu dengan total 4.730 ton dengan nilai US$ 21,9 ribu. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger