' Kinerja Dinas Pendidikan Kota Bandung Dinilai Buruk - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kinerja Dinas Pendidikan Kota Bandung Dinilai Buruk

Kinerja Dinas Pendidikan Kota Bandung Dinilai Buruk

Written By Angga Harja S on Wednesday, December 26, 2012 | 7:00 AM


BANDUNG - Kalangan aktivis LSM Pendidikan tak henti-hentinya mengkritisi permasalahan pendidikan di Kota Bandung yang cenderung menurun dan tak ada perubahan berarti. Dari penelitian para aktivis LSM, banyak kepsek, tenaga pendidik dan staf karyawan sekolah negeri yang ditemukan melakukan rekreasi pada saat agenda sekolah masih berlangsung. Akibatnya banyak kegiatan peserta didik menjadi tertunda.

"Fakta menunjukan empat hari sebelum pembagiaan raport, guru dan kepala sekolah termaksuk komite dan unsur Disdik Kota Bandung berangkat ke Thailand. Padahal masih di kalender sekolah alias belum libur," jelas Lembaga Advokasi Pendidikan, Dedi Gusdiar, dalam keterangan persnya, akhir pekan lalu. Begitu pun dengan bagian tata usaha di lingkungan sekolah, tambahnya, yang sebagian besar berangkat ke Bali.

"Menurut kami kontrol pengawasan dari Disdik tidak berjalan. Atau ada proses pemakluman terhadap hal ini. Sebagian besar kepsek merasa dlindungi disdik, kalau ini dibiarkan maka keterpurukan pendidikan kota Bandung akan terjadi," papar Dedi. Selain pembiaran, kebijakan Pemkot Bandung terhadap pendidikan pun diakui para anggota Koalisi Pendidikan Kota Bandung (KPKB) cenderung mundur.

Ruly Hendayana dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Bahtera menyebutkan, banyak anak jalanan memilih putus sekolah karena biaya sekolah bagi mereka masih terhitung mahal. "Gara-garanya tidak bisa beli LKS. Ini menandakan belum ada perubahan dari kebjakan pendidikan Kota Bandung. Kami mendorong, anak-anak sekolah di formal tetapi ujung-ujungnya masuk paket atau non formal," jelas Ruly.

Ditambahkan LSM Kalyanamandira, Dan Satriatna, KPKB mencoba memecahkan mitos anggaran pendidikan tidak transparan. "Semua data keuangan yang kita minta harus terbuka, tetapi tampaknya disdik tidak legowo untuk data yang sifatnya terbuka dan malah mengajukan gugatan keberataan. Tidak ada niat baik dinas pendidikan untuk membuka anggaran pendidikan. Jangankan kepada orang tua yang minta formal pun sulit," tegas Dan seraya menambahkan Disdik selalu berpendapat data itu ada namun rahasia.

Untuk itu, lanjutnya, tak salah jika KPKB menyimpulkan prestasi buruk pendidikan kota Badung dipertahankan. Pasalnya, hal ini sudah terjadi selama 10 tahun namun tidak pernah berubah. "Sudah banyak rekomendasi agar Kadisdik diganti tapi tetap dipertahankan, kami tidak tahu alasannya. Bicara kinerja tidak dihitung secara administratif, tapi akuntabilitas publik. Masyarakat kota Bandung dari tahun ke tahun tidak pernah puas terhadap kualitas pendidikan tetapi pemimpinnya malah terus dipertahankan," tandasnya. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger