' Kemenkes Diminta DPR Pantau Perkembangan Flu Burung - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kemenkes Diminta DPR Pantau Perkembangan Flu Burung

Kemenkes Diminta DPR Pantau Perkembangan Flu Burung

Written By Angga Harja S on Friday, December 21, 2012 | 7:00 AM


BOGOR - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nova Riyanti Yusuf (Noriyu) mengungkapkan, matinya ratusan ribu itik di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur akibat terjangkit virus flu burung H5NI. Bukan hanya itu, virus ini telah bermutasi menjadi jenis (clade) baru, yaitu clade 2.3.2, tepatnya clade 2.3 sub clade 2.3.2. 

"Keterangan yang saya dapat dari Kementerian Kesehatan, bahwa saat ini telah terjadi mutasi virus flu burung H5N1 yang menjadi clade (jenis) baru, yaitu clade 2.3.2, tepatnya clade 2.3 sub clade 2.3.2," kata politisi yang berprofesi sebagai dokter spesialis ahli kejiwaan itu dalam keterangan persnya kepada wartawan, kemarin. 

Menurutnya, mutasi virus ke jenis baru tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga dilaporkan terjadi di beberapa negara Asia lainnya, seperti Vietnam, Cambodia, Nepal, India, Bangladesh, Bhutan, Japan, Korea, dan Hong Kong.  "Sejauh ini, Kementerian Kesehatan belum menerima laporan ada warga Indonesia yang tertular dengan virus flu burung H5N1 clade yang baru ini. Adapun penularan clade ini pada manusia pernah dilaporkan terjadi di Cina, Hongkong, dan Bangladesh," ujarnya. 

Noriyu juga menghimbau Kementerian Kesehatan agar memantau, melaporkan, dan mengedukasi  penularan virus flu burung H5N1 yang telah bermutasi menjadi jenis baru tersebut. "Saya menghimbau Kementerian Kesehatan RI sebagai salah satu mitra Komisi IX DPR RI, untuk terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, terutama Kementerian Pertanian dan memantau seluruh perkembangan yang ada," kata Noriyu. 

Selain itu, Noriyu juga meminta pemerintah agar menyampaikan perkembangan dan informasi virus H5N1, terutama perkembangannya kepada seluruh dinisa kesehatan di tanah air. "Pemerintah agar melaporkan setiap perkembangan mengenai virus H5N1, khususnya clade baru ini, langsung disebarkan ke daerah-daerah, terutama melalui dinas-dinas kesehatan, sehingga masyarakat luas bisa segera mengetahuinya," harap politisi dan dokter spesialis ahli kejiwaan tersebut.

 Seperti diketahui, akhir-akhir ini masyarakat kembali dikejutkan dengan pemberitaan kematian ratusan ribu itik, terutama di wilayah Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kematian itik secara mendadak tersebut membuat para peternak panik. Mimpi buruk matinya ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan itik, beberapa tahun yang lalu karena terjangkit virus H5NI pun kembali ke menghantui masyarakat peternak. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger