' Keluarga Fany Kecewa Islah Dengan Aceng Dipolitisir - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Keluarga Fany Kecewa Islah Dengan Aceng Dipolitisir

Keluarga Fany Kecewa Islah Dengan Aceng Dipolitisir

Written By Angga Harja S on Thursday, December 13, 2012 | 7:00 AM


GARUT (LJ) - Islah Bupati Aceng Fikri dan Fany Oktora pada Rabu (5/12) lalu, diduga berbuntut pemanfaatan oleh pihak Aceng Fikri sehingga menimbulkan dampak negatif untuk Fani dan keluarga. Dengan pemanfaatan itu, terkesan ada pembenaran atas  berkembangnya isu –isu pembusukan, diantaranya telah menerima uang sebesar Rp 300 juta dari uang 3 Miliar yang dijanjikan oleh pihak Aceng Fikri.

Hal ini telah disadari oleh pihak Fani dan keluarga bahwa islah dengan niat dan tujuan ikhlas tersebut telah dipolitisir oleh pihak Aceng Fikri dengan munculnya pemberitaan di media massa yang simpang siur. Bahkan hari itu juga ada utusan Bupati yang menyampaikan berita acara Islah untuk ditandatangani oleh Fany dan keluarga dengan isi kesepakatan yang jauh melenceng dari tujuan islah.

Demikian diungkapkan Ayi Rohimat, salah seorang keluarga Fany Oktora. Menjawab LINGKAR JABAR di kediamannya seputar Kampung Galeuh Desa Dunguswiru Kec.BL Limbangan, Rabu (12/12). Menurut Ayi Rohimat. selain mendapat ancaman/tekanan melalui pesawat genggam, juga mesti menandatangani berita acara islah dari Bupati Aceng. “Bukti-bukti itu kami simpan untuk dijadikan barang bukti,” ujar Ayi.

Saat ini berkembang isu yang tak mendasar dan kesalah-pahaman dari berbagai pihak akibat pemberitaan sepihak yang simpang-siur dan sangat merugikan nama baik Fany dan keluarga. "Yang jelas, kami dari pihak keluarga Fany sekarang merasa risih sekaligus sedih karena kini Fany dikesankan mau berdamai karena iming-iming sesuatu," ucapnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya membuat pernyataan untuk dijadikan bahan Panitia Khusus (Pansus) DPRD dalam mengungkap kasus Aceng Fikri. Isinya, islah itu benar-benar keinginan Fany dan keluarga agar terbebas dari segala penderitaan akibat pemberitaan serta tekanan psikis.

Tidak ada kepentingan dan paksaan dari pihak manapun, kata Ayi, selain hanya mengharapkan ridho Allah SWT. Fany dan keluarga tak pernah menerima atau meminta materi dalam bentuk apapun. Baik itu sebelum maupun sesudah islah.  "Fany tidak pernah menandatangani kesepakatan islah sebagaimana yang diminta oleh pihak Aceng Fikri  walaupun ada penekanan dan intimidasi dari orang dekat Bupati," ungkapnya

Dalam kesempatan itu, Ayi juga menegaskan bahwa Fany dan keluarga tidak mau lagi dilibatkan dalam urusan apapun yang menyangkut hal lain yang ditimbulkan berkenaan dengan Bupati Aceng selaku pribadi maupun Kepala Daerah. "Kami tidak ikut campur soal kepemimpinan atau pribadi Aceng," imbuhnya. JUL/BDN





Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger