' Ical Nilai Perilaku Bupati Garut Melukai Masyarakat - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Ical Nilai Perilaku Bupati Garut Melukai Masyarakat

Ical Nilai Perilaku Bupati Garut Melukai Masyarakat

Written By Angga Harja S on Monday, December 10, 2012 | 7:00 AM


GARUT - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan bahwa partainya tak lagi bisa menerima Bupati Garut Aceng HM Fikri sebagai kader setelah terlibat kasus pernikahan kilat dengan seorang gadis muda. Pasalnya, perbuatan Aceng itu telah melukai perasaan masyarakat luas, sekaligus mencoreng citra Partai Golkar.

"Seperti kita ketahui, bahwa perbuatannya sangat melukai hati rakyat. Yang jelas, hal itu juga mencoreng partai. Jadi tak bisa diterima lagi," kata Ical, sapaan akrab Calon Presiden 2014 ini, dalam keterangan persnya, akhir pekan kemarin. Menurut dia, keputusan partai sudah bulat untuk mengeluarkan Aceng itu dari keanggotaan dengan secara baik-baik atau paksa.

Aceng Fikri saat ini masih tercatat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, sejak bergabung dengan partai berlambang pohon beringin itu pada 2010. "Secara baik-baik maksudnya mengundurkan diri. Paksa artinya dicopot tanpa ada surat pengajuan pengunduran diri," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung menilai perbuatan Bupati Garut Aceng Fikri yang melakukan pernikahan kilat dapat merusak citra partai berlambang pohon beringin itu. "Kami akan cermati lagi kasus tersebut, dan jika memang terbukti ada kesengajaan maka kami akan ambil tindakan tegas," katanya.

Saat ini, pihaknya bersama pimpinan DPP Golkar sedang mempertimbangkan untuk memberikan sanksi tegas kepada yang bersangkutan. "Yang jelas sanksi. Sanksi itu bisa berupa pemecatan, karena Aceng dinilai telah merusak citra Partai Golkar," kata mantan Ketua DPR RI ini.

Sebagai pejabat bupati, kata Akbar, Aceng dianggap tidak pantas melakukan pernikahan kilat dengan wanita berusia 18 tahun, apalagi pernikahan siri yang hanya berumur empat hari. "Dan keputusan bisa jadi bulat, yakni pemecatan dari kepartaian dan ini sedang diproses," katanya.

Hasil Pemeriksaan Pansus DPRD

Sementara itu, Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Pemberhentian Bupati Garut, Asep Lesmana Bupati, mengatakan Bupati Aceng HM Fikri meminta kepada Pansus DPRD Kab.Garut untuk tidak mempublikasikan hasil pemeriksaan seputar pernikahan singkatnya kepada media massa. "Hasilnya, mohon maaf tidak bisa disampaikan saat ini," kata Asep, akhir pekan kemarin.

Hasil dari pemeriksaan bupati Garut yang berlangsung hampir 2 jam, kata Asep, hasilnya baru dapat diketahui dalam rapat paripurna laporan pansus. Berdasarkan permintaan Bupati, Asep menjelaskan, segala hasil pemeriksaan tidak ingin diungkapkan ke publik, karena menyangkut masalah pribadi. "Nanti akan transparan dilakukan penyampaiannya saat paripurna laporan pansus," katanya.

Pemeriksaan Bupati Garut itu terkait dugaan pelanggaran etika yang melakukan pernikahan singkat selama empat hari dengan seorang gadis, Fani Oktora (18) yang menuai protes berbagai kalangan masyarakat. DPRD kemudian membentuk pansus untuk melakukan verifikasi terhadap informasi fakta kasus yang menjerat Bupati Garut. CPS/JUL/BDN
"Silakan dengan kuasa hukum saya," kata Bupati sambil berlalu meninggalkan wartawan.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger