' Hindari Sanksi FIFA, Tim Khusus Konflik PSSI Dibentuk - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Hindari Sanksi FIFA, Tim Khusus Konflik PSSI Dibentuk

Hindari Sanksi FIFA, Tim Khusus Konflik PSSI Dibentuk

Written By Angga Harja S on Wednesday, December 12, 2012 | 7:00 AM


BOGOR - Konflik sepakbola yang berlarut-larut hingga berujung terselenggaranya dua kongres organisasi sepakbola di tanah air, membuat PSSI menjerit kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). PSSI meminta Kemenpora segera turun tangan menengahi konflik PSSI dengan KPSI. Karenanya, Selasa (11/12), Kemenpora bergegas membentuk tim task force konflik PSSI yang bertugas menyelesaikan persoalan dualisme dalam pengelolaan sepakbola Indonesia sehingga Indonesia terhindar dari sanksi FIFA.

Seusai menggelar rapat dengan sejumlah tokoh olahraga nasional di Kantor Kemenpora, Pjs Menpora Agung Laksono mengumumkan pembentukan tim task force yang dipimpin Ketua KOI Rita Subowo, dengan anggotanya Ketua KONI Tono Suratman, mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar dan dua staf Kemenpora, yakni Sekretaris Kemenpora Yuli Mumpuni dan Deputi I Kemenpora Djoko Pekik.

"Tim ini akan mengadakan konsultasi dengan FIFA dalam upaya untuk menghindari dijatuhkannya sanksi terhadap Indonesia," ujar Agung seraya menambahkan, tugas lain tim task force itu adalah melakukan pembicaraan dengan FIFA dan AFC mengenai kemungkinan pemerintah menggunakan kewenangannya. Hal itu mengacu kepada Undang-Undang  Nomor 3 Tahun 2005 tentang sistem Keolahragaan Nasional dan Peraturan Pemerintah  Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.

"Konsultasi ini agar upaya pemerintah tidak masuk ke dalam kategori intervensi. Kita mematuhi UU di Indonesia. Akan tetapi, untuk sepak bola itu ada peraturan sendiri dari FIFA. Karena itu, tim task force akan melakukan konsultasi dengan FIFA dan AFC," ujar  Agung. Selain itu, tim  task force juga akan melakukan langkah-langkah terhadap organisasi dan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi apabila Indonesia jadi dijatuhi sanksi oleh FIFA.

Bersikap Netral

Terkait dengan pembentukan Tim task force konflik PSSI, Agum Gumelar menyatakan pihaknya berjanji akan netral dalam melaksanakan tugas-tugasnya untuk membantu sepakbola Indonesia agar tidak dijatuhi sanksi oleh FIFA. Tim tersebut tidak akan mendukung PSSI atau KPSI. "Tim yang dibentuk pemerintah ini harus netral dan ini bukan bentuk intervensi, melainkan mediasi. Contoh intervensi kalau sampai ada ketua umum diganti. ini mediasi untuk menyelesaikan permasalahan sepak bola Indonesia," ujar Agum.

Agum mengatakan, pemerintah akan mengusahakan agar Indonesia tidak dikenakan sanksi dari FIFA tersebut. Menurut mantan Ketua Komite Normalisasi itu, meskipun nanti sanksi dari badan sepak bola dunia itu benar-benar dijatuhkan, maka tim akan mencari cara agar sanksi bisa segera dicabut. "Kalau pemerintah berpihak, itu akan memperumit keadaan. Jadi, saya beserta tim di sini hanya membantu," tegas Agum.

Atas berbagai konflik sepak bola nasional, FIFA kembali mengirimkan surat tertanggal 26 November yang ditandatangani Sekjen Jerome Valcke terkait penyelesaian dualisme kompetisi maupun kepengurusan organisasi sepak bola Indonesia. Dalam suratnya itu, FIFA memberi tenggat waktu kepada Indonesia hingga 10 Desember untuk menyelesaikan berbagai masalah itu. Bila gagal, FIFA akan mengeluarkan sanksi ketika Federasi Sepak Bola Dunia ini menggelar pertemuan di Tokyo, Jumat (14/12).

PSSI sendiri sudah menggelar Kongres Luar Biasa di Palangkaraya, Senin (10/12). KLB yang berlangsung selama 30 menit itu memutuskan membatalkan MoU dengan KPSI dan membubarkan Joint Committee (JC). Hasil kongres nantinya akan dibawa ke rapat Komite Eksekutif FIFA di Tokyo. Namun, salah satu yang dapat membuat FIFA menilai sepak bola Indonesia gagal menyelesaikan konflik karena KPSI juga melakukan kongres tandingan pada hari yang sama di Jakarta.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, menyambut baik pembentukan tim task force konflik PSSI. Ia berharap agar tim tersebut bisa melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. "Silakan saja jika pemerintah membentuk tim task force. Kita sambut baik pembentukan tersebut," ujar Djohar saat dihubungi wartawan.

"Apa pun, kami sambut baik kalau mau menyelesaikan persoalan sepakbola di tanah air. Yang terpenting, tim ini dan juga KPSI patuh terhadap Undang-Undang Keolahragaan yang berlaku saat ini," tambah Djohar yang sejak awal memimpin PSSI sudah dihadang berbagai persoalan internal. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger