' Dugaan Ijazah Palsu Yance Segera Dipolisikan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Dugaan Ijazah Palsu Yance Segera Dipolisikan

Dugaan Ijazah Palsu Yance Segera Dipolisikan

Written By Angga Harja S on Friday, December 14, 2012 | 6:02 PM

BANDUNG - Lumbung Informasi Rakyat (Lira) tetap berkeras bahwa ijazah S1 calon gubernur (cagub) Jabar dari Partai Golkar, Irianto MS Syafiuddin atau Yance, tidak sah alias palsu. Untuk itu, Lira berencana melapor ke polisi terkait dugaan ijazah ilegal yang digunakan Yance untuk mendaftar sebagai calon peserta Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar.

"Kami menduga ijazah yang saat ini dikantongi Irianto alias Yance tidak sah dan menuntut Komisi Pemilihan Umum Jabar untuk tidak mencantumkan seluruh gelar Yance dalam daftar peserta Pilgub karena ijazahnya tidak sah," kata Bupati Lira Kabupaten Indramayu, Muhamad Sholihin kepada wartawan, Kamis (13/12) di Bandung.

Lira mempermasalahkan gelar sarjana ekonomi yang disandang Yance. Yance meraih gelar sarjana dari Universitas Putera Indonesia yang berkedudukan di Cianjur sementara dia sendiri menjabat sebagai Bupati Indramayu. Pada 6 Desember 2012, Lira sudah melaporkan hal ini kepada Panitia Pengawas Pemilu Jabar dan saat ini sudah berlangsung penelusuran atas laporannya.

Ketua Panwaslu Jabar, Ihat Subihat mengatakan, bila ijazah sarjana Yance kemudian terbukti tidak sah, dia tetap berhak maju sebagai calon bupati, karena persyaratan minimal untuk maju adalah lulusan sekolah menengah atas. "Penggunaan ijazah palsu adalah pembohongan publik dan seharusnya adalah kejahatan," ujar Sholihin.

Karena itu, bila tetap diloloskan dengan seluruh gelarnya, Lira mengancam untuk mengadukan KPU Jabar ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, karena dianggap lalai dan sengaja melakukan pembiaran terhadap kejahatan yang dilakukan untuk kepentingan cagub tertentu.

Lira juga meminta Panwaslu meneliti keabsahan ijazah Yance sejak sekolah dasar. Tuduhan ijazah palsu diungkapkan Lira saat Yance mendaftar sebagai peserta pemilu kepala daerah (pilkada). Saat itu, Yance melampirkan ijazah S-1 dari Universitas Putra Indonesia (Unpi), S-2-nya dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI), dan S-3-nya dari Universitas Pendidikan Indonesia.

Sementara menurut Ihat, tudingan terhadap Yance adalah gelar sarjana ekonomi (SE)-nya dari Unpi karena gelar tersebut diperoleh Yance lewat sekolah kelas jauh. ”Kami masih menelusuri, apakah ijazah yang didapat itu palsu atau tetap diakui secara administratif,” ujarnya. Ijazah S-1 Yance akan diperiksa lebih dulu sebelum memeriksa ijazah S-2-nya. Namun, tim Panwaslu gagal saat mencari alamat kantor STIAMI. Verifikasi Panwaslu diharapkan selesai Senin depan.

Terkait hal itu, Wakil Sekretaris DPD Golkar Jabar, Pulihono menjelaskan, masalah ijazah tersebut sudah marak sejak beberapa tahun sebelumnya. Bahkan isu serupa mengemuka sewaktu Yance hendak maju sebagai bupati untuk periode kedua, dan terbukti hasilnya tidak bermasalah. "Biarkan saja. Apa yang dilakukan Lira adalah bentuk demokrasi," ujar Pulihono. FER/HER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger